Danantara Caplok Saham 4 MI BUMN yang Kelola Dana Rp170 Triliun
Langkah monumental dalam transformasi sektor keuangan Indonesia telah resmi diwujudkan melalui pengambilalihan saham oleh PT Danantara Asset Management (DAM)
Danantara Caplok Saham 4 MI BUMN: Konsolidasi Dana Kelolaan Capai Rp170 Triliun
Portalnara.com – Langkah monumental dalam transformasi sektor keuangan Indonesia telah resmi diwujudkan melalui pengambilalihan saham oleh PT Danantara Asset Management (DAM). Akuisisi strategis ini mencakup empat entitas manajemen investasi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya beroperasi secara independen. Keempat perusahaan tersebut meliputi PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, serta PT PNM Investment Management. Proses merger ini menandai babak baru dalam konsolidasi industri manajemen aset nasional.
Mekanisme Akuisisi dan Struktur Kepemilikan
Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 April 2026, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengonfirmasi bahwa DAM telah mengambil alih seluruh kepemilikan saham MMI. Sebelumnya, PT Mandiri Sekuritas (Mansek) sebagai anak usaha Bank Mandiri memegang 99,93 persen saham MMI, sementara sisanya sebesar 0,07 persen dimiliki oleh Koperasi Konsumen Pegawai Bank Mandiri atau Mandiri MCO. Melalui transaksi ini, DAM mengakuisisi 1.499 lembar saham dari Mansek dan satu lembar saham dari Mandiri MCO dengan total nilai Rp1,02 triliun.
DAM juga melakukan akuisisi signifikan terhadap PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) dengan mengambil alih 65 persen kepemilikan atau setara 19,5 juta lembar saham. Nilai transaksi untuk BRI MI mencapai Rp975 miliar. Sisa 35 persen saham BRI MI atau 10,5 juta lembar saham tetap dipegang oleh PT Danareksa (Persero).
Sementara itu, untuk PT BNI Asset Management (BNI AM), DAM mengakuisisi 39,96 juta lembar saham yang mewakili 99,9 persen kepemilikan dengan nilai transaksi Rp359,64 miliar. Sebelumnya, hampir seluruh saham BNI AM dipegang oleh BNI Sekuritas, anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Visi dan Target Pengembangan Jangka Panjang
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa merger ini membawa total dana kelolaan BUMN manajemen aset mencapai Rp170 triliun. Dari proses konsolidasi tersebut, Danantara menetapkan Mandiri Manajemen Investasi (MMI) sebagai entitas utama atau surviving entity.
“Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun,” kata Dony dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).
Data hingga Juni 2026 menunjukkan distribusi aset under management (AUM) yang signifikan. BRI MI mencatatkan pengelolaan dana sebesar Rp52,61 triliun, diikuti BNI AM dengan Rp29,59 triliun, dan PNM IM sebesar Rp10,31 triliun. MMI menempati posisi tertinggi dengan AUM sekitar Rp77,49 triliun.
Direktur Utama MMI, Hardiyanto Pilia, menilai konsolidasi ini sebagai langkah strategis membangun institusi manajemen investasi nasional dengan skala dan tata kelola yang lebih kuat.
“Berbekal pondasi tersebut, kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global,” tutur Hardiyanto.
Masa depan perusahaan hasil merger ini terlihat cerah dengan rencana pengembangan produk investasi tematik dan perluasan distribusi melalui jaringan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Hal ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) nasional yang telah melampaui 20 juta investor. Dengan struktur kepemilikan yang telah distruktur ulang, Danantara siap memimpin transformasi industri manajemen investasi Indonesia ke arah yang lebih terintegrasi dan kompetitif.