4 Rekor Baru Messi Usai Antar Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Empat Rekor Baru Lionel Messi Usai Bawa Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026 4 Rekor Baru Messi Usai Antar - Dalam perjalanan Argentina ke babak
Empat Rekor Baru Lionel Messi Usai Bawa Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026
4 Rekor Baru Messi Usai Antar – Dalam perjalanan Argentina ke babak perempat final Piala Dunia 2026, Lionel Messi mencatatkan empat rekor baru yang memperkuat prestasinya sebagai salah satu legenda sepak bola dunia. Kemenangan 3-2 melawan Mesir di Atalanta Stadium, Selasa (7/7/2026), menandai titik balik penting dalam permainan yang dikenal dengan drama lima gol. Di laga ini, Messi kembali menjadi penopang utama timnya, mencetak dua gol serta menciptakan assist yang berpengaruh. Dengan kemenangan ini, ia tidak hanya membantu Argentina melangkah ke babak berikutnya, tetapi juga merekam sejarah baru dalam sejumlah kategori yang langka.
Pencetak Gol Beruntun yang Membuka Rekor
Messi mencetak rekor sepanjang sejarah Piala Dunia dengan membukukan gol dalam enam pertandingan beruntun di fase gugur. Ini menjadi pencapaian pertama dalam turnamen tersebut, sejak edisi 2022, di mana pemain berusia 37 tahun ini sukses meraih gol di setiap laga. Dalam Piala Dunia 2026, jika dihitung sejak fase grup, rekor gol beruntun Messi mencapai sembilan kali, menurut data Squawka. Fakta ini menunjukkan dominasi luar biasa di mana ia selalu menjadi pencetak gol utama, baik melalui tendangan bebas, umpan silang, maupun percobaan langsung.
Dilansir Squawka, Messi mencatatkan sembilan gol beruntun sejak fase grup hingga perempat final, menjadi pelengkap dari catatan sejarah yang mengesankan. Hal ini juga menegaskan keahliannya dalam mengubah momentum pertandingan dengan gol krusial.
Assist Terbanyak dalam Satu Turnamen
Dalam Piala Dunia 2026, Messi tidak hanya menorehkan gol, tetapi juga merekam rekor assist terbanyak dalam satu edisi turnamen. Dengan sembilan assist, ia menjadi pemain pertama yang menciptakan lebih banyak umpan penentu dalam satu fase kompetisi. Rekor ini mengungguli pencapaian Diego Maradona, yang sebelumnya memperoleh delapan assist dalam edisi 1986. Selain itu, Messi memperkuat posisinya sebagai legenda dengan assist dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun, menciptakan keistimewaan yang jarang terdengar.
Assist yang dicatatkan Messi tidak hanya mengubah alur pertandingan, tetapi juga memperlihatkan kemampuannya sebagai pemain serba bisa. Dalam pertandingan melawan Mesir, assist-nya menjadi kunci untuk membuka peluang gol yang memastikan kemenangan Argentina. Kemampuan ini terlihat jelas ketika ia memberikan umpan ke Enzo Fernandez yang membuahkan gol tambahan di masa injury time.
Kontribusi terhadap Sepatu Emas Piala Dunia
Dengan delapan gol, Messi kembali menjadi pelamar utama Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Ia unggul satu gol dari Erling Haaland dan Kylian Mbappé, yang berada di posisi kedua. Hal ini membuktikan bahwa Messi tetap menempati puncak klasemen pencetak gol, meski di bawah penampilan brilian banyak pemain muda. Rekor gol di lima pertandingan awal dalam satu edisi Piala Dunia juga dipegang oleh Messi, sebuah pencapaian yang tercatat sejak era 1970.
Messi menjadi pemain kedua dalam sejarah yang mencetak gol di lima pertandingan awal timnya dalam satu edisi Piala Dunia, menciptakan peningkatan signifikan dibandingkan era sebelumnya. Sebagai pemain berusia 37 tahun, ia tetap mampu berada di level teratas.
Rekor Pahit: Penalti yang Tidak Berhasil
Sementara Messi meraih banyak keberhasilan, ia juga mencatatkan rekor pahit dalam hal tendangan penalti. Di fase grup, Messi gagal mengeksekusi penalti saat menghadapi Austria, sebuah momen yang menjadi kenangan tak terlupakan. Kegagalan tersebut memperlihatkan sisi manusiawi dari seorang megabintang, namun tidak mengurangi pengaruhnya terhadap permainan tim. Performa ini memperkuat reputasi Messi sebagai pemain yang mampu menghadapi tekanan besar dan tetap menjadi andalan.
Pengaruh Pemain Terbesar dalam Sejarah
Dalam konteks sejarah, Messi menunjukkan bahwa ia tidak hanya menjadi bagian dari tim, tetapi juga menjadi penggerak utama keberhasilan Argentina. Dengan 4 rekor baru usai membawa Tim Tango ke perempat final, ia membuktikan bahwa konsistensi dan keterampilan luar biasa masih bisa diukir dalam era sepak bola yang kompetitif. Para analis sepak bola mengakui bahwa Messi menorehkan jejak tak tergantikan, bahkan ketika dibandingkan dengan legenda sebelumnya seperti Maradona atau Cristiano Ronaldo.
Rekor-rekor ini juga menegaskan bahwa Messi tetap relevan di level tertinggi sepak bola dunia, meski usianya memasuki usia pertengahan. Kombinasi antara kecermatan teknik, kekuatan mental, dan kepercayaan diri membuatnya menjadi model bagi generasi muda. Dalam laga melawan Mesir, prestasinya terlihat dalam kemampuan memimpin tim di bawah tekanan, serta mengubah skor di menit-menit akhir pertandingan.