Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Sport

Inggris Tersandung Ghana – Kutukan Imbang Laga Kedua Berlanjut

Lisa Rodriguez - portalnara.com 3 mins read

Inggris Tersandung Ghana, Kutukan Imbang Laga Kedua Berlanjut Inggris Tersandung Ghana - Timnas Inggris kembali mengalami nasib sial di Piala Dunia 2026 saat

Inggris Tersandung Ghana – Kutukan Imbang Laga Kedua Berlanjut

Inggris Tersandung Ghana, Kutukan Imbang Laga Kedua Berlanjut

Inggris Tersandung Ghana – Timnas Inggris kembali mengalami nasib sial di Piala Dunia 2026 saat bertanding melawan Ghana pada laga kedua fase grup di Boston Stadium, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Hasil imbang 0-0 ini memperpanjang kutukan yang menghantui The Three Lions, yang sebelumnya sudah mengguncang mereka di beberapa kompetisi besar. Pada pertandingan ini, Inggris mencoba menunjukkan dominasi dengan penguasaan bola yang tinggi, mencatat 19 tembakan ke gawang, namun gagal memperoleh poin penuh dan memperkuat kecemasan terhadap langkah mereka di babak grup.

Kutukan Imbang: Riwayat yang Mengkhawatirkan

Kutukan ini bukan sekadar lelucon, melainkan fenomena yang terus mengikuti Inggris sejak Euro 2020 hingga Piala Dunia 2022 dan Euro 2024. Di Euro 2020, mereka ditahan imbang oleh Skotlandia 0-0 di laga kedua grup, padahal sempat menang 1-0 melawan Kroasia di babak pertama. Di Piala Dunia 2022, Inggris menang telak 6-2 atas Iran, namun kembali bermain imbang 0-0 melawan Amerika Serikata di laga kedua. Pola yang sama kembali terulang di Euro 2024, di mana tim asuhan Thomas Tuchel menang 1-0 atas Serbia, lalu mengakhiri laga kedua dengan skor 1-1 melawan Denmark. Kini, hasil imbang melawan Ghana menciptakan keraguan besar mengenai kemampuan mereka untuk melangkah lebih jauh.

Analisis Pertandingan: Dominasi Tak Berbuah Kemenangan

Sejak pertandingan dimulai, Inggris menguasai bola dengan persentase lebih dari 60%, menciptakan peluang emas melalui serangan terbuka dan umpan silang. Namun, Ghana yang bermain defensif justru mampu menghalangi pergerakan tim tamu dengan tugas kiper yang tangguh dan bek yang kompak. Pertandingan ini juga menunjukkan ketidakseimbangan dalam efisiensi penyerangan Inggris, karena hanya satu tembakan berhasil mengancam gawang, sementara sebagian besar umpan bola menghasilkan permainan yang tidak efektif. Kekurangan ini terutama terlihat dalam menghadapi pressing Ghana, yang membuat Inggris kesulitan menciptakan peluang yang berkualitas.

“Kami memang menguasai permainan, tapi kami terlalu mudah dihentikan saat pertandingan memasuki menit-menit kritis,” kata pelatih Inggris, Gareth Southgate, setelah pertandingan usai. “Ini adalah momen penting bagi kami, dan kami harus belajar dari kegagalan ini sebelum laga pamungkas.”

Kehadiran Ghana sebagai lawan di laga kedua grup juga menjadi momen yang krusial bagi pelatihan Inggris. Dalam beberapa tahun terakhir, Ghana selalu tampil solid di fase grup, dengan kekuatan fisik yang tahan lama dan kecepatan pemain yang menjadi ancaman bagi tim-tim besar. Dalam pertandingan ini, mereka menunjukkan sikap bertahan yang matang, terutama dalam menangkal serangan Inggris yang terus-menerus. Meskipun sempat menguasai bola, Inggris masih kesulitan memecahkan kebuntuan, yang menggambarkan kelemahan dalam strategi serangan dan penjagaan.

Impak Hasil Imbang: Kekhawatiran untuk Fase Gugur

Hasil imbang ini membuat posisi Inggris di grup menjadi lebih rentan. Dalam sistem penyisihan grup yang kompetitif, poin penuh di pertandingan kedua sangat vital untuk mengamankan jalur ke fase gugur. Kini, mereka harus memastikan kemenangan saat melawan Panama di laga pamungkas, karena hanya sekali kemenangan yang cukup untuk menghindari posisi yang kurang menguntungkan. Kekhawatiran mulai muncul terhadap performa Inggris, apakah mereka mampu mengubah pola pertandingan dan memperbaiki kinerja di pertandingan berikutnya, atau kembali terjebak dalam kutukan imbang.

Sementara itu, Ghana memperlihatkan kebanggaan sebagai tim yang mampu menghadapi raksasa sepak bola Eropa. Mereka menciptakan momentum di pertandingan ini, terutama melalui kecepatan lini depan dan kekompakan bertahan yang sempurna. Performa ini menjadi pelajaran bagi Inggris bahwa merekalah yang mungkin menjadi penghalang utama di fase grup, terlepas dari kekuatan yang mereka tunjukkan di babak pertama. Apakah Inggris akan segera bangkit, atau kutukan imbang akan terus menghantui mereka hingga babak gugur? Kita akan mengetahui jawabannya dalam beberapa hari ke depan.

Leave a reply