Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Sport

Meeting Results: Piala Dunia 2030 Diramaikan 64 Negara?

William Garcia - portalnara.com 3 mins read

Piala Dunia 2030: Proposal Perluasan Peserta ke 64 Negara Muncul dari Pertemuan FIFA Meeting Results - Hasil pertemuan FIFA terbaru semakin memperjelas

Meeting Results: Piala Dunia 2030 Diramaikan 64 Negara?

Piala Dunia 2030: Proposal Perluasan Peserta ke 64 Negara Muncul dari Pertemuan FIFA

Meeting Results – Hasil pertemuan FIFA terbaru semakin memperjelas rencana perluasan peserta Piala Dunia. Setelah format 48 negara diperkenalkan pada edisi 2026, diskusi mengenai peningkatan jumlah peserta hingga 64 negara kembali mencuat dalam rapat strategis yang dihadiri para pemimpin federasi sepak bola dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan bahwa pertimbangan perluasan ini sedang dihimpun secara mendalam untuk dilaksanakan pada Piala Dunia 2030, yang akan menjadi ajang sepak bola paling bergengsi sepanjang masa.

Rencana Perluasan Peserta dan Perubahan Format

Menurut informasi yang dirilis oleh sumber media resmi, pertemuan tersebut memutuskan bahwa jumlah peserta Piala Dunia akan meningkat dari 32 negara menjadi 64 negara. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada negara-negara yang belum pernah berpartisipasi sebelumnya, terutama di wilayah Afrika, Asia, dan Oceania. “Meeting Results menunjukkan bahwa Piala Dunia 2030 akan menjadi bentuk baru kompetisi global yang lebih inklusif dan mengakomodasi berbagai zona sepak bola,” jelas Infantino, sebagaimana dilansir Bluewin.

Pertemuan ini juga menyoroti rencana pengembangan format pertandingan. Dengan 64 peserta, struktur grup akan diperbesar, serta jumlah laga kualifikasi akan bertambah. Infantino menjelaskan bahwa keputusan untuk memperluas peserta diambil setelah evaluasi terhadap keberhasilan edisi 2026, di mana 48 negara terlibat. “Kami ingin menciptakan momentum baru di Piala Dunia, agar setiap negara merasa termotivasi untuk mengikuti kompetisi ini,” imbuhnya.

Perubahan Lokasi dan Dukungan untuk Format Baru

Bukan hanya jumlah peserta yang diperluas, pertemuan FIFA juga membahas rencana pengembangan kota penyelenggara. Selain Maroko, Portugal, dan Spanyol yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030, beberapa negara di Amerika Selatan juga turut digandengkan. Uruguay, Paraguay, dan Argentina menjadi kandidat utama dalam penjajakan kemitraan untuk menyelenggarakan laga grup. Dengan pengenalan lebih banyak lokasi, FIFA berharap untuk memperkaya pengalaman pertandingan dan memperluas basis penonton global.

Infantino menekankan bahwa pengembangan format ini tidak hanya tentang jumlah tim, tetapi juga kualitas pertandingan. “Piala Dunia adalah momentum yang menentukan masa depan sepak bola. Dengan 64 negara, kami bisa memastikan bahwa kejutan-kejutan dari berbagai belahan dunia akan terus hadir,” ujarnya. Rencana ini diharapkan mampu meningkatkan intensitas kompetisi, karena lebih banyak tim akan masuk ke babak final.

Kritik dari UEFA dan CONCACAF

Sebagian pihak, khususnya dari UEFA dan CONCACAF, menyatakan keberatan terhadap rencana perluasan peserta. Presiden UEFA, Alexander Ceferin, menegaskan bahwa proposal ini terlalu ambisius dan mungkin mengganggu kualitas kompetisi. “Meeting Results menunjukkan bahwa peningkatan peserta bisa memberikan tekanan ekstra pada sistem kualifikasi dan babak grup, yang seharusnya tetap terjaga kualitasnya,” kata Ceferin.

Sementara itu, Presiden CONCACAF, Victor Motagliani, menyebutkan bahwa keputusan ini seperti teror bagi pemain muda yang baru selesai berlaga dalam kompetisi domestik. “Dengan 64 negara, akan ada lebih banyak tim yang masuk ke babak final, tetapi mungkin mengurangi kesempatan bagi negara-negara besar untuk memperkuat kekuatan mereka,” tambah Motagliani. Meski demikian, Infantino menjamin bahwa peningkatan ini akan diimbangi dengan perbaikan sistem seleksi dan distribusi pertandingan.

Dalam diskusi, beberapa argumen terkait keuntungan dari format 64 negara juga muncul. Misalnya, lebih banyak negara akan merasakan manfaat ekonomi dan promosi olahraga. “Setiap negara yang berpartisipasi dalam Piala Dunia memiliki potensi untuk berkembang, dan meeting results menunjukkan bahwa FIFA ingin memberikan ruang bagi mereka,” tutur salah satu delegasi. Namun, kritik terhadap perluasan ini masih berlanjut, dengan beberapa pihak menilai bahwa format 32 negara lebih efektif dalam menentukan juara terbaik.

Pertemuan ini juga menggambarkan visi jangka panjang FIFA. Dengan Piala Dunia 2030, organisasi sepak bola internasional ingin memastikan bahwa olahraga ini tetap relevan di berbagai belahan dunia. “Kami berharap Piala Dunia 2030 akan menjadi cikal bakal kompetisi yang lebih inklusif dan menarik untuk semua pemain, terlepas dari level mereka,” tutur Infantino. Dengan peningkatan jumlah peserta, FIFA juga berharap untuk menginspirasi lebih banyak negara untuk membangun tim nasional yang kompetitif.

Sementara rencana ini masih dalam tahap pembahasan, beberapa perubahan diharapkan akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang. “Meeting Results di pertemuan FIFA adalah langkah awal menuju perubahan struktur Piala Dunia yang lebih adil dan menyeluruh,” pungkas salah satu peserta. Dengan 64 negara, pertandingan akan lebih dinamis, tetapi juga akan memerlukan penyesuaian sistem kualifikasi dan penyelenggaraan. Setiap detail akan diuji coba sebelum diumumkan secara resmi pada edisi 2030.

Leave a reply