Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Key Strategy: Pramono Jamin Rekrutmen 2.843 Loker Padat Karya Tanpa Ordal, Gaji UMR

Thomas Miller - portalnara.com 4 mins read

Pramono Pastikan Rekrutmen 2.843 Loker Padat Karya Transparan, Gaji UMR Key Strategy - Dalam Key Strategy terbaru, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

Key Strategy: Pramono Jamin Rekrutmen 2.843 Loker Padat Karya Tanpa Ordal, Gaji UMR

Pramono Pastikan Rekrutmen 2.843 Loker Padat Karya Transparan, Gaji UMR

Key Strategy – Dalam Key Strategy terbaru, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa rekrutmen 2.843 lowongan kerja Padat Karya yang dibuka oleh Pemprov DKI Jakarta dilakukan secara terbuka dan tidak ada sistem titipan. Hal ini sebagai respons terhadap kecemasan masyarakat terkait praktik ordal. “Semua tahapan seleksi diatur agar transparan, sehingga publik dapat mengawasi prosesnya,” tutur Pramono, dikutip pada Minggu (21/6/2026). Key Strategy ini bertujuan mengurangi kekhawatiran adanya diskriminasi dalam perekrutan tenaga kerja, terutama bagi warga DKI Jakarta yang membutuhkan peluang kerja lebih besar.

“Sistemnya sangat terbuka, tidak mungkin ada ordal karena semua pihak bisa mengamati dan mengontrol,” kata Pramono.

Key Strategy yang diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta menekankan kesetaraan dan keadilan dalam proses rekrutmen. Pramono menjelaskan bahwa syarat utama dalam program ini adalah kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta. Sementara itu, latar belakang pendidikan tidak menjadi penentu utama. “Yang terpenting adalah memiliki KTP Jakarta, tidak perlu ditanyakan tentang ijazah. Mereka langsung bisa bekerja,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, program Padat Karya diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk lapisan ekonomi menengah ke bawah.

Posisi yang Dibuka

Beberapa posisi kerja dibuka oleh berbagai dinas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Contohnya, Dinas Bina Marga mengumumkan lowongan untuk petugas lalu lintas (flagman) dengan masa kerja 1 Juli hingga 10 Agustus 2026, dan pendaftaran berlangsung hingga 25 Juni 2026. Dinas ini juga mencari petugas pembangunan JPO. Selain itu, Dinas Sumber Daya Air menawarkan posisi keamanan dan pekerja lapangan, sementara Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota di Jakarta Barat membuka lowongan untuk peran seperti tenaga administrasi, mandor, tukang listrik, kenek, serta pengawas. Mayoritas pekerjaan berlangsung dari 1 Juli hingga 30 September 2026, dengan batas akhir pendaftaran pada 26 Juni 2026.

Program Padat Karya DKI Jakarta

Key Strategy ini juga mencakup program Padat Karya yang dirancang untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap. Pemprov DKI Jakarta menekankan bahwa upah untuk pekerjaan ini akan sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) DKI Jakarta, yang menjadi jaminan bagi kesejahteraan pekerja. Pramono menjelaskan bahwa lowongan kerja tersebut akan menjadi bentuk bantalan sosial di tengah tantangan ekonomi saat ini. “Dalam beberapa hari ke depan, lowongan ini harus tersedia. Karena kebutuhan untuk menciptakan peluang kerja lebih cepat dan efektif sangat penting,” katanya.

Program Padat Karya DKI Jakarta selain menciptakan lapangan kerja juga berupaya meningkatkan keterampilan masyarakat. Dengan Key Strategy yang mendorong transparansi, dinas-dinas terkait menyediakan pelatihan singkat sebelum perekrutan, sehingga pekerja bisa memahami tugas dan tanggung jawabnya. Dinas Bina Marga, misalnya, memberikan pelatihan dasar untuk tenaga lapangan sebelum mereka memulai tugas. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen untuk memastikan semua kandidat memiliki kesempatan yang sama, tanpa memandang latar belakang pendidikan atau usia.

Proses Pendaftaran Loker Padat Karya

Pendaftaran untuk lowongan kerja Padat Karya DKI Jakarta diatur secara sistematis agar semua proses jelas dan dapat diawasi. Calon peserta dapat mengajukan aplikasi secara daring melalui portal resmi Pemprov DKI Jakarta atau langsung ke kantor dinas terkait. Pramono mengatakan bahwa pihaknya telah memperketat pengawasan agar tidak ada kecurangan. “Kami mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk memastikan setiap langkah perekrutan terdokumentasi dan bisa diperiksa oleh masyarakat,” tambahnya.

Untuk mempercepat proses, Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan berbagai lembaga lokal dan komunitas untuk mempromosikan lowongan kerja ini. Pramono menekankan bahwa Key Strategy ini tidak hanya fokus pada perekrutan, tetapi juga pada pemantauan kinerja pekerja. “Dengan sistem ini, kami bisa memastikan bahwa setiap anggota tim mampu menjalankan tugasnya secara maksimal,” jelasnya. Selain itu, program ini diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif.

Target dan Harapan untuk Masa Depan

Program rekrutmen 2.843 lowongan kerja Padat Karya DKI Jakarta diharapkan mencapai target penuh dalam waktu dekat. Pramono menyatakan bahwa Pemprov DKI akan terus mengembangkan Key Strategy ini agar bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. “Kami akan menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan proyek-proyek yang sedang berlangsung, seperti pengembangan infrastruktur dan lingkungan,” kata Pramono. Harapan besar ditujukan pada kemampuan program ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama yang berada di luar kota besar.

Proses perekrutan ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara pemerintah dan warga DKI Jakarta. Dengan Key Strategy yang transparan, seluruh pihak dapat melibatkan diri dalam mengawasi pelaksanaannya. Pramono menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini. “Kami ingin setiap warga DKI merasa bahwa ada ruang untuk berkembang dan berkontribusi,” imbuhnya. Dengan demikian, program Padat Karya bukan hanya sebagai upaya pemerintah, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang bersama-sama membangun Jakarta.

Leave a reply