Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Trump: Lewat BOP, Hamas Dilucuti Senjata dan Israel Keluar Gaza

Daniel Moore - portalnara.com 3 mins read

Trump - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform media sosialnya mengonfirmasi adanya kesepakatan penting yang mencakup pelucutan senjata Hamas

Trump: Lewat BOP, Hamas Dilucuti Senjata dan Israel Keluar Gaza

Perjanjian Bersejarah untuk Gaza: Pelucutan Senjata Hamas dan Penarikan Pasukan Israel

Portalnara.com – Trump – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform media sosialnya mengonfirmasi adanya kesepakatan penting yang mencakup pelucutan senjata Hamas serta seluruh organisasi bersenjata di wilayah Jalur Gaza. Langkah ini dipandang sebagai momen krusial dalam proses perdamaian. Trump menegaskan bahwa penarikan pasukan Israel dari Gaza akan dilaksanakan setelah tahapan pelucutan senjata tuntas dilakukan.

Konfirmasi tersebut dikaitkan dengan peran Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) yang diyakini telah mencapai titik temu. Kesepakatan ini juga dianggap sebagai fondasi bagi pembentukan pemerintahan baru di Gaza. Meskipun demikian, respons dari berbagai pihak masih beragam dan belum sepenuhnya seragam.

Posisi Hamas dan Jihad Islam Palestina

Gerakan Jihad Islam Palestina secara tegas menolak pemberitaan yang menyatakan adanya kesepakatan. Di sisi lain, Hamas menyatakan sikapnya bahwa pelucutan senjata tidak akan dilakukan sebelum Israel menepati seluruh komitmen yang telah disepakati. Perbedaan pandangan ini menandakan bahwa jalan menuju penyelesaian konflik masih panjang dan penuh tantangan.

Board of Peace hari ini mencapai kesepakatan bersejarah mengenai pelucutan senjata sepenuhnya oleh Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza, demikian pernyataan Trump yang dikutip dari Anadolu pada Jumat (31/7/2026).

Trump juga menjelaskan bahwa Pasukan Stabilisasi Internasional akan berkolaborasi dengan kepolisian Palestina yang baru dibentuk untuk menjaga keamanan Gaza, baik bagi penduduk lokal maupun negara-negara tetangga. Ia menyampaikan terima kasih kepada Turki, Qatar, dan Mesir atas peran mereka sebagai mediator dalam proses ini.

Rencana 20 Poin dan Tantangan Implementasi

Seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak ingin namanya disebut mengungkapkan kepada The Washington Post bahwa Hamas telah menerima draf kesepakatan melalui mediator Mesir. Draf tersebut merujuk pada rencana 20 poin yang sebelumnya telah disetujui oleh Israel.

Kami tidak meminta apa pun dari Israel selain mematuhi rencana 20 poin yang sebelumnya telah mereka setujui. Karena itu kami sangat yakin mereka akan tetap berpegang pada rencana tersebut. Jika tidak, tentu Presiden Trump akan sangat, sangat kecewa, ujar pejabat tersebut.

Pejabat AS tersebut juga mengakui bahwa implementasi kesepakatan bukanlah hal yang mudah. Ia menyatakan bahwa mereka akan berusaha melakukan sesuatu yang tampaknya sangat mustahil. Sementara itu, anggota delegasi perunding Hamas, Ghazi Hamad, menegaskan kepada Al Jazeera bahwa pelucutan senjata bukan langkah yang akan diambil dalam waktu dekat.

Selama pasukan pendudukan (Israel) belum sepenuhnya memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan, kami tidak akan mengambil langkah apa pun terkait pelucutan senjata perlawanan (Hamas), kata Hamad.

Hamad menambahkan bahwa isu pelucutan senjata tidak dapat dipisahkan dari penarikan pasukan Israel dan rekonstruksi Jalur Gaza. Di tengah klaim Amerika Serikat, Gerakan Jihad Islam Palestina kembali menyatakan bahwa informasi mengenai kesepakatan antara kelompok-kelompok Palestina dan Israel tidak akurat.

Konfirmasi dari Dewan Perdamaian Gaza

Namun, Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian Gaza, Nickolay Mladenov, memberikan konfirmasi berbeda. Ia menyatakan melalui akun X bahwa kesepakatan mengenai pelucutan senjata dan transisi menuju pemerintahan sipil di Gaza telah tercapai.

Hari ini tercapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata di Gaza dan transisi sipil. Untuk mencapai titik ini dibutuhkan negosiasi yang sangat sulit selama berbulan-bulan. Ada beberapa saat ketika saya merasa kami tidak akan berhasil. Apa yang terjadi setelah ini bahkan lebih penting, tulis Mladenov.

Mladenov menekankan bahwa penarikan pasukan Israel harus berjalan beriringan dengan proses pelucutan senjata. Ia juga menyebutkan bahwa rakyat Palestina membutuhkan dukungan politik maupun praktis untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Di hadapan mereka terbentang peluang untuk membangun kembali Gaza yang dikelola oleh rakyat Palestina, hidup berdampingan secara damai dengan

Leave a reply