Latest Program: Pramono Batal Pindahkan Patung Jenderal Sudirman, Tetap di Posisi Semula
Pramono Batal Pindahkan Patung Jenderal Sudirman, Latest Program Tetap Di Lokasi Awal Latest Program - Dalam keputusan terbaru, Gubernur DKI Jakarta Pramono
Pramono Batal Pindahkan Patung Jenderal Sudirman, Latest Program Tetap Di Lokasi Awal
Latest Program – Dalam keputusan terbaru, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman dari Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, ke area Dukuh Atas akan dibatalkan. Keputusan ini menjadi bagian dari Latest Program pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) yang tengah dijalankan pemerintah provinsi. Pemindahan patung tersebut sebelumnya diusulkan sebagai upaya mengoptimalkan fungsi ruang publik di sekitar kawasan TOD Dukuh Atas, namun kini dibatalkan setelah muncul banyak pertanyaan dari masyarakat.
Mengapa Pemindahan Patung Dibatalkan?
Pramono menjelaskan bahwa Latest Program tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga nilai sejarah dan budaya. Menurutnya, patung Jenderal Sudirman yang berdiri sejak 1961 menjadi simbol penting bagi warga Jakarta, sehingga perpindahannya akan mengurangi makna tersebut. “Patung ini telah menjadi bagian dari identitas kota Jakarta selama puluhan tahun. Pemindahannya tidak dapat dilakukan tanpa menimbang dampak sosial dan historis,” tegasnya saat memberikan penjelasan di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, pada hari Minggu (21/6/2026).
Keputusan ini juga didasari oleh hasil evaluasi konsultasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, dan sejarawan. Beberapa pihak menilai posisi asli patung tersebut lebih strategis dalam menghubungkan sejarah dengan kehidupan sehari-hari warga. Selain itu, desain baru untuk pedestrian deck di kawasan TOD Dukuh Atas dinilai masih mampu memperkuat keberadaan patung tanpa mengubah posisinya.
Respon Masyarakat dan Parlemen
Keputusan batal memindahkan patung Jenderal Sudirman mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Warga sekitar menyambut gembira karena simbol nasional tersebut tetap bisa dilihat di lokasi yang menjadi pusat aktivitas mereka. “Patung ini bukan hanya ikon kota, tapi juga tempat bersejarah yang harus dijaga. Kami sangat senang keputusan ini,” ujar seorang warga, Dian, di depan patung tersebut.
Sementara itu, anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP, Arief Budiman, mengapresiasi langkah Pramono. “Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga warisan budaya sekaligus memprioritaskan kenyamanan masyarakat,” katanya. Namun, sebagian kelompok aktivis kota menilai keputusan ini perlu disertai dengan perubahan pada rancangan Latest Program agar tidak mengganggu alur lalu lintas dan aksesibilitas di sekitar kawasan TOD Dukuh Atas.
“Pemindahan patung merupakan bagian dari Latest Program transformasi kota, tetapi kita juga harus tetap memperhatikan makna historisnya. Lokasi saat ini sudah cukup representatif dan tidak memerlukan perubahan,” ungkap Pramono dalam wawancara dengan portal berita lokal, Jumat, 3 Oktober 2025.
Pengembangan kawasan TOD Dukuh Atas yang telah dimulai sejak 2023 ini memiliki target selesai pada tahun 2028. Proyek tersebut melibatkan pembangunan jalur pejalan kaki, taman, dan fasilitas umum lainnya. Dengan mempertahankan patung Jenderal Sudirman di tempatnya, pemerintah diharapkan bisa menggabungkan nilai sejarah dengan inovasi urban design. Pramono menegaskan bahwa Latest Program akan terus dijalankan, termasuk pelebaran jalan dan pengaturan tata kota di sekitar patung.
Dalam rangka menyukseskan Latest Program, pemerintah DKI juga berencana memperbaiki kondisi sekitar patung Jenderal Sudirman. Perbaikan akan mencakup pembersihan area, penambahan fasilitas pengamanan, dan pengadaan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. “Kita ingin patung ini tetap menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk diakses oleh semua lapisan masyarakat,” tambah Pramono.
Keputusan batal memindahkan patung ini juga dianggap sebagai bagian dari Latest Program yang menyesuaikan prioritas pengembangan kota. Selain menangani keluhan masyarakat, pemerintah DKI juga melibatkan perusahaan desain arsitektur dan sejarawan dalam rencana pengembangan. “Pemindahan patung bukan satu-satunya solusi. Kita bisa menyesuaikan Latest Program dengan menyisipkan ruang yang lebih menarik di sekitarnya,” jelasnya.