Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Survei SMRC: 42,8 Persen Warga Nilai Kondisi Politik Nasional Buruk

William Garcia - portalnara.com 2 mins read

Hasil penelitian terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa hampir separuh masyarakat Indonesia menilai situasi politik

Survei SMRC: 42,8 Persen Warga Nilai Kondisi Politik Nasional Buruk

Persepsi Publik Terhadap Politik Nasional Menunjukkan Tren Negatif yang Semakin Tajam

Portalnara.com – Hasil penelitian terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa hampir separuh masyarakat Indonesia menilai situasi politik dalam negeri saat ini dalam keadaan buruk hingga sangat buruk. Angka tersebut mencapai 42,8 persen dari total responden yang diwawancarai. Sebaliknya, proporsi warga yang memberikan penilaian positif hanya sebesar 13,5 persen.

Penelitian yang berjudul “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” ini dilaksanakan antara tanggal 5 hingga 19 Juli 2026. Sampel penelitian mencakup 749 orang yang merupakan warga negara Indonesia dengan hak pilih. Metode pengumpulan data dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu wawancara telepon sebanyak 605 responden menggunakan teknik double sampling, serta wawancara tatap muka terhadap 144 responden dengan metode stratified multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar ±3,7 persen.

Tiga Temuan Utama Survei

Beberapa poin penting yang teridentifikasi dalam riset ini meliputi: pertama, mayoritas warga menilai kondisi politik nasional buruk; kedua, persepsi positif terhadap politik mengalami penurunan berkelanjutan selama sembilan bulan terakhir; dan ketiga, sentimen negatif menunjukkan percepatan penurunan yang signifikan.

Secara rinci, 31,7 persen responden menyatakan kondisi politik berada dalam kategori buruk, sementara 11,1 persen lainnya menilai sangat buruk. Di sisi lain, hanya 13,5 persen yang memberikan penilaian baik atau sangat baik. Sebanyak 33,6 persen responden menempatkan kondisi politik pada kategori sedang, dan 10,2 persen tidak memberikan jawaban atau tidak mengetahui.

Penurunan Persepsi Positif yang Signifikan

Data historis dari SMRC menunjukkan adanya tren penurunan persepsi positif masyarakat terhadap politik nasional. Pada November 2025, sebanyak 35,8 persen responden menilai kondisi politik baik atau sangat baik. Angka ini kemudian turun menjadi 27,1 persen pada periode Februari hingga Maret 2026, dan kembali menurun tajam menjadi 13,5 persen pada Juli 2026.

Di sisi lain, persepsi negatif mengalami kenaikan bertahap. Dari 23 persen pada November 2025, angka ini meningkat menjadi 28,1 persen pada Februari-Maret 2026, dan mencapai 42,8 persen pada survei Juli 2026.

Percepatan Sentimen Negatif

Deni Irvani, Direktur Eksekutif SMRC, menjelaskan bahwa jumlah masyarakat yang memberikan penilaian negatif jauh melampaui mereka yang memberikan penilaian positif. Dalam presentasi hasil survei melalui kanal YouTube SMRC TV pada Minggu, 26 Juli 2026, ia menyampaikan:

“Hanya 13,5 persen publik yang menilai kondisi politik nasional sekarang baik atau sangat baik, sementara yang menilai buruk atau sangat buruk jauh lebih besar, 42,8 persen.”

Menurut Deni, perubahan tren tersebut mengindikasikan bahwa sentimen negatif masyarakat terhadap kondisi politik semakin cepat memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Ia menambahkan:

“November ke Februari akhir atau Maret itu kan jaraknya sekitar lima bulan, dengan penurunannya cuma sekitar delapan poin. Dari Maret ke Juli cuma empat bulan, tetapi turunnya lebih besar. Jadi bisa disimpulkan memang ada akselerasi sentimen negatif dalam beberapa bulan terakhir semakin buruk, citra atau persepsi publik dari sisi kondisi politik.”

Leave a reply