Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Deputi PM Kamboja Temui Gibran di Istana, Bahas TPPO hingga Olahraga

Linda Miller - portalnara.com 3 mins read

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menerima kunjungan resmi dari Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Pelayanan Sipil Kerajaan Kamboja

Deputi PM Kamboja Temui Gibran di Istana, Bahas TPPO hingga Olahraga

Gibran Rakabuming dan Hun Many Diskusi Isu Strategis di Istana

Portalnara.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menerima kunjungan resmi dari Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Pelayanan Sipil Kerajaan Kamboja, Hun Many. Pertemuan yang berlangsung pada hari Selasa, 28 Juli 2026 ini digelar di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Kedua pemimpin membahas berbagai agenda penting yang berkaitan dengan hubungan bilateral antara Indonesia dan Kamboja. Kehadiran Deputi PM Kamboja ini menjadi momen berharga untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis.

Beberapa topik utama yang diangkat dalam pertemuan tersebut meliputi reformasi birokrasi, pengembangan sektor kepemudaan dan olahraga, serta penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terkait dengan praktik penipuan daring atau online scam. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Indonesia dalam memperkuat kemitraan dengan negara-negara anggota ASEAN melalui kerja sama yang saling menguntungkan. Dalam kesempatan ini, Deputi PM Kamboja juga menyampaikan apresiasi atas kemajuan Indonesia dalam berbagai bidang.

Reformasi Birokrasi dan Transformasi Digital

Gibran menekankan pentingnya pengembangan hubungan Indonesia-Kamboja melalui kerja sama yang konkret dan responsif terhadap kebutuhan kedua belah pihak. Salah satu fokus utama adalah penguatan tata kelola pemerintahan serta reformasi birokrasi. Transformasi digital menjadi salah satu pilar penting dalam modernisasi sistem pemerintahan kedua negara.

Kerja sama antarkedua negara di bidang reformasi birokrasi tentunya bisa diperdalam lagi, terutama terkait transformasi digital. Reformasi birokrasi menjadi salah satu program prioritas Bapak Presiden.

Karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kita ingin birokrasi yang lebih gesit, bebas korupsi, dan juga transparan.

Kooperasi Olahraga dan Pemuda

Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta, menjelaskan bahwa pertemuan ini juga membahas penguatan kerja sama di bidang kepemudaan dan olahraga. Kolaborasi ini menjadi instrumen penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara serta mendorong pengembangan potensi generasi muda. Deputi PM Kamboja menunjukkan ketertarikan besar terhadap program-program pemuda Indonesia.

Kemudian yang kedua ada masalah kerja sama dalam bidang kepemudaan dan olahraga.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan bahwa DPM Hun Many memiliki perhatian besar terhadap pengembangan olahraga disabilitas, termasuk peningkatan kapasitas atlet Kamboja. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung inklusivitas olahraga nasional.

Deputy Prime Minister Hun Many ini sangat konsen dengan olahraga disabilitas.

Kamboja juga menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya melalui fasilitas olahraga yang telah terbangun di Kota Solo. Fasilitas tersebut dinilai memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi menjadi ruang kerja sama olahraga antara Indonesia dan Kamboja. Deputi PM Kamboja pun tertarik untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dalam pelatihan atlet-atletnya.

Deputy Prime Minister ingin sekali supaya mereka bisa mendapat kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya di fasilitas yang ada di Solo yang sudah terbangun. Salah satu terbaik yang ada di Asia Tenggara.

Penanganan TPPO dan Online Scam

Agenda lainnya yang dibahas Gibran dan DPM Hun Many adalah penanganan TPPO yang berkaitan dengan praktik online scam di Kamboja. Isu tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang terus berlanjut antara Indonesia dan Kamboja, terutama dalam upaya memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia. Deputi PM Kamboja berkomitmen untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah ini secara komprehensif.

Pembicaraan yang ketiga, tapi ini pembicaraan yang terus berlanjut mengenai penanganan TPPO yang berhubungan dengan scam ya di Kamboja.

Melalui pertemuan ini, Gibran terus mendorong penguatan hubungan Indonesia dan Kamboja melalui kerja sama yang konkret, saling menguntungkan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penguatan reformasi birokrasi, pengembangan kepemudaan dan olahraga, serta perlindungan WNI menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan Indonesia-Kamboja sekaligus memperkokoh kerja sama di kawasan ASEAN. Kunjungan Deputi PM Kamboja ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam berbagai sektor.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Tean Samnang, Sekretaris Negara Kementerian Pelayanan Sipil Kamboja Sok Sabayna, Sektor Swasta Oknha Sam Ang Vattanac, Sekretaris Jenderal Sekretariat Umum Komite Reformasi Administrasi Publik Kamboja Chhun Socheat, Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, dan Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Elizani T. X. Nadia Sumampouw. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan tingkat kepentingan tinggi dari kedua belah pihak dalam pertemuan tersebut.

Leave a reply