Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

What Happened During: Prabowo Sebut NU Lebih Komando dari Kopassus, Kenapa?

Linda Miller - portalnara.com 4 mins read

Prabowo Sebut NU Lebih Komando dari Kopassus, Kenapa? Apa yang Terjadi Saat Prabowo Mengakhiri Munas dan Konbes NU 2026 What Happened During - Apa yang

What Happened During: Prabowo Sebut NU Lebih Komando dari Kopassus, Kenapa?

Prabowo Sebut NU Lebih Komando dari Kopassus, Kenapa?

Apa yang Terjadi Saat Prabowo Mengakhiri Munas dan Konbes NU 2026

What Happened During – Apa yang Terjadi Saat, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan penghormatannya terhadap kekuatan budaya Nahdlatul Ulama (NU) yang dianggap memiliki disiplin dan persatuan yang luar biasa. Pernyataan ini diungkapkan saat ia mengakhiri Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) serta Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Dalam acara tersebut, Prabowo menggarisbawahi peran NU sebagai elemen penting dalam memperkuat kesadaran kebangsaan di tengah dinamika politik dan sosial Indonesia.

Perbandingan NU dan Kopassus dalam Semangat Kepemimpinan

Apa yang Terjadi Saat, Prabowo mengatakan bahwa organisasi keagamaan NU jauh lebih komando dibanding Kopassus, unit militer elite yang dikenal memiliki disiplin tinggi. “Saya dari awal memperhatikan ciri khas bahwa NU adalah organisasi keagamaan yang sangat nasionalis dan patriotik,” ujarnya. Ia menyoroti bagaimana kekuatan spiritual NU berpadu dengan semangat kebangsaan yang menginspirasi masyarakat luas. “Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik,” tegas Prabowo dalam pidatonya.

“Dan juga ada satu ciri khas yang saya dari dulu perhatikan, bahwa Nahdlatul Ulama adalah organisasi keagamaan tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik,”

Apa yang Terjadi Saat, Prabowo menggarisbawahi bahwa tradisi NU dalam menyanyikan lagu Mars Syubbanul Wathan sejak zaman kolonial hingga kini menjadi simbol kebangsaan yang tak tergantikan. Lagu tersebut dipertahankan sebagai bagian dari perayaan kegiatan organisasi, menunjukkan kekonsistenan nilai-nilai cinta tanah air yang diwariskan. “Lagunya NU dibuat sebelum kemerdekaan, tapi sudah mengandung nilai-nilai cinta Tanah Air yang luar biasa,” kata Prabowo.

“Sampai-sampai lagunya NU yang ditulis atau dibuat sebelum Indonesia merdeka tapi sudah mengandung nilai-nilai cinta Tanah Air yang luar biasa. Ini masih dipertahankan setiap acara NU saya perhatikan lagu ‘Yalal Wathon’ tidak pernah tidak dinyanyikan. Terima kasih,”

Kepalan Tangan dan Kepemimpinan Kolektif

Apa yang Terjadi Saat, Prabowo menyoroti gestur kepalan tangan peserta saat menyanyikan lagu nasional NU sebagai bentuk kekompakan dan semangat kolektif yang luar biasa. Ia menyatakan bahwa hal ini mencerminkan kekuatan organisasi yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga memegang peran strategis dalam pembentukan identitas nasional. “Bahkan nyanyinya itu tangannya pun harus kepalan (komando), kepalan. Ini luar biasa, ini belum ada Kopassus, NU sudah lebih dari Kopassus,” jelas Prabowo.

“Karena itu saya yakin dan percaya bahwa Nahdlatul Ulama akan selalu punya peranan yang positif, yang baik untuk bangsa dan negara,”

Fungsi NU sebagai Penyeimbang Sosial dan Politik

Apa yang Terjadi Saat, Prabowo menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama berperan sebagai stabilisator sosial dan politik di Indonesia. Menurutnya, organisasi tersebut sering kali menjadi pelaku penyeimbang dalam situasi krisis, baik di tingkat lokal maupun nasional. “Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator,” tambah Prabowo. Ia menekankan bahwa kekuatan NU tidak hanya terletak pada organisasi keagamaannya, tetapi juga pada kemampuannya membangun kesatuan yang mengakar.

Konteks Historis dan Makna Lagu Nasional NU

Apa yang Terjadi Saat, Lagu Mars Syubbanul Wathan yang dinyanyikan dalam acara Munas dan Konbes NU 2026 memiliki makna mendalam. Lagu ini diciptakan sebelum kemerdekaan dan menjadi bagian dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Prabowo menyebut bahwa lagu tersebut membawa semangat kebangsaan yang kuat, sekaligus menunjukkan bahwa NU memiliki peran yang lebih awal dan lebih mendasar dalam membangun kesadaran nasional. “Lagunya NU adalah benih kebangsaan yang mengakar, bahkan sebelum negara merdeka,” ujarnya.

“Tidak pernah ada yang menyuruh para peserta memegang komando seperti yang dilakukan oleh NU. Ini menunjukkan kekompakan dan semangat kebangsaan yang tidak tergantikan,”

Analisis Perbandingan dan Makna Politik

Apa yang Terjadi Saat, Dalam konteks politik, perbandingan antara NU dan Kopassus menarik untuk dicermati. Prabowo menyebut bahwa NU memiliki kekuatan yang sama dengan Kopassus dalam hal komando, tetapi berbeda dalam sumber daya dan cara kerjanya. “Kopassus adalah institusi militer yang mengatur operasi militer, sedangkan NU mengatur semangat kebangsaan melalui budaya dan tradisi,” jelas Prabowo. Ia menekankan bahwa kekuatan keagamaan NU tidak lemah, justru sangat kuat dalam membangun solidaritas dan kesatuan masyarakat.

“Jadi, apa yang Terjadi Saat prabowo menyampaikan ini adalah bagian dari upaya memperkuat peran NU sebagai elemen penting dalam kehidupan politik dan sosial Indonesia,”

Kesimpulan dan Relevansi Masa Depan

Apa yang Terjadi Saat, Prabowo menutup pidatonya dengan harapan bahwa NU tetap menjadi mitra strategis dalam membangun bangsa. “Dengan semangat kebangsaan yang diwujudkan

Leave a reply