Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Business

Ini Ragam Modus Pencucian Uang di Money Changer

Linda Miller - portalnara.com 3 mins read

Ini Ragam Modus Pencucian Uang di Money Changer Ini Ragam Modus Pencucian Uang di Money Changer adalah fenomena yang semakin marak terjadi dalam dunia keuangan.

Ini Ragam Modus Pencucian Uang di Money Changer

Ini Ragam Modus Pencucian Uang di Money Changer

Ini Ragam Modus Pencucian Uang di Money Changer adalah fenomena yang semakin marak terjadi dalam dunia keuangan. Dalam laporan Financial Action Task Force (FATF), ditegaskan bahwa money changer, baik yang berbentuk lembaga non-bank maupun perusahaan penukar uang, sering kali menjadi sarana yang rentan untuk praktik pencucian uang. Perbedaan antara transaksi dana tunai dan pembayaran melalui rekening bank memberikan celah bagi pelaku kejahatan untuk mengalihkan sumber dana secara tidak terdeteksi. Selain itu, proses pemeriksaan identitas pengguna yang terbatas juga mempercepat keberhasilan penggunaan skema ini. Dengan kemudahan akses dan kecepatan transaksi, modus pencucian uang di money changer menjadi alat untuk menyembunyikan dana yang berasal dari aktivitas ilegal.

Skema Kejahatan yang Digunakan

Salah satu modus utama pencucian uang di money changer adalah ketidaksesuaian antara identitas pengguna jasa dengan aktivitas transaksi yang dilakukan. Misalnya, seseorang dapat menyetor uang rupiah ke rekening orang lain atau menggunakan nama pihak ketiga sebagai pengguna. Selanjutnya, mereka menarik uang asing tunai sebagai hasilnya. Sebaliknya, ada juga kasus di mana uang asing diserahkan langsung ke pelanggan, namun pembayaran rupiah dilakukan melalui transfer ke rekening yang tidak terkait langsung dengan penyerah dana. Skema ini memanfaatkan keterbukaan sistem money changer dalam proses pencairan dana.

Berdasarkan data resmi FATF, metode seperti smurfing menjadi pilihan yang umum. Dalam skema ini, uang rupiah dibagi menjadi beberapa rekening, meskipun semuanya dipegang oleh satu individu atau entitas. Rekening-rekening tersebut sering diisi dengan nama keluarga, teman, atau pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan langsung dengan transaksi. Selain itu, transaksi dalam skala besar sering kali tidak dilengkapi dengan dokumen pendukung yang jelas, terutama pada kelompok Politically Exposed Persons (PEPs). Modus ini memudahkan pelaku untuk mengalihkan dana secara tersembunyi.

Berdasarkan data resmi FATF, ada beberapa skema yang sering digunakan. Salah satu yang dominan adalah ketidaksesuaian antara identitas pengguna jasa dengan aktivitas transaksi.

Metode lain yang umum dilakukan adalah perputaran dana atau U-turn, di mana money changer mengambil uang asing dari luar negeri lalu mengembalikan dana ke negara asal. Dalam hal ini, dana yang dihasilkan dari transaksi uang asing digunakan untuk mencuci uang melalui berbagai cara. Sebagai contoh, pelaku mungkin menggunakan permainan harga dengan Transfer Pricing, atau pendirian perusahaan fiktif untuk menghasilkan dokumen palsu. Skema ini memanfaatkan kelemahan sistem pemeriksaan dana yang tidak menyeluruh, terutama dalam operasi transaksi yang besar.

Pada sisi operasional, pelaku pencucian uang sering menyimpan dana hasil kejahatan di rekening internal money changer. Penggunaan rekening pribadi oleh penyelenggara KUPVA (Kasus Pencucian Uang) yang tidak memiliki izin resmi juga mempercepat aksi pencucian uang. Pemalsuan data diri dan identitas palsu menjadi strategi umum untuk menyembunyikan asal-usul dana. Selain itu, pelaku mungkin mengatur transaksi melalui rekening jangka pendek atau menggunakan alat pembayaran seperti koin atau kertas uang asing untuk menghindari pelacakan lebih lanjut.

Dalam konteks modus pencucian uang di money changer, keberhasilan skema ini tergantung pada kecepatan transaksi dan keterlibatan pelanggan langsung (walk-in customer). Penggunaan uang tunai sebagai alat transaksi memudahkan pelaku untuk menghindari verifikasi dokumen. Dengan kemudahan ini, money changer bisa menjadi sarana yang tidak terduga untuk mengalirkan dana ilegal. Pada akhirnya, metode ini menyebabkan peningkatan risiko kejahatan finansial yang menyebar ke berbagai sektor ekonomi.

Leave a reply