Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Business

Key Discussion: Purbaya soal Efisiensi MBG: Kalau Saya Maunya Nol, tapi Tidak Bisa

Lisa Rodriguez - portalnara.com 3 mins read

aya Meningkatkan Akuntabilitas Program Key Discussion tentang efisiensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi topik utama dalam diskusi terbaru yang

Key Discussion: Purbaya soal Efisiensi MBG: Kalau Saya Maunya Nol, tapi Tidak Bisa

Key Discussion: Efisiensi MBG dan Upaya Meningkatkan Akuntabilitas Program

Key Discussion tentang efisiensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi topik utama dalam diskusi terbaru yang dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menekankan pentingnya pengurangan anggaran untuk program ini, meski tidak mungkin dihapus sepenuhnya karena peran strategisnya dalam memberdayakan masyarakat. Dalam pertemuan dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Purbaya menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran adalah bagian dari upaya menciptakan sistem yang lebih efisien, sekaligus menjaga keseimbangan anggaran negara.

Peran MBG dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

MBG dirancang sebagai langkah pemerintah untuk meningkatkan akses makanan bergizi bagi kelompok rentan, seperti anak-anak dan ibu-ibu hamil. Meski anggarannya terus diperiksa, Purbaya menggarisbawahi bahwa program ini tetap memiliki dampak penting. “Kalau saya maunya nol, tapi kan tidak bisa karena anggarannya sudah ditetapkan. Programnya sendiri bagus, tinggal implementasinya yang perlu terus diperbaiki,” ujar Purbaya dalam Key Discussion terbarunya. Ini menunjukkan bahwa efisiensi tidak berarti penghapusan, melainkan pengoptimalan sumber daya.

Pembahasan Efisiensi MBG: Fokus pada Tata Kelola dan Pengawasan

Menurut Purbaya, efisiensi MBG terutama terletak pada perbaikan tata kelola dan pengawasan yang lebih ketat. Ia menjelaskan bahwa anggaran yang sudah dialokasikan harus digunakan secara optimal, baik dalam distribusi makanan maupun monitoring kegiatan. Dalam Key Discussion, Purbaya menyebut bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada transparansi dan akuntabilitas, yang menjadi fokus utama saat ini.

Sebagai bagian dari upaya ini, Kemenkeu bersama BGN sedang mempertimbangkan strategi efisiensi lanjutan. Purbaya menegaskan bahwa langkah-langkah ini akan memastikan MBG tetap relevan dalam konteks keuangan negara, terutama dengan pagu anggaran yang direncanakan mencapai Rp268 triliun untuk 2026. Angka ini lebih rendah dari proyeksi awal sebesar Rp335 triliun, menunjukkan adanya komitmen untuk mengurangi pengeluaran tanpa mengorbankan manfaat program.

Langkah Penguatan SDM dalam Pelaksanaan MBG

Purbaya juga menyoroti peran sumber daya manusia (SDM) dalam menjalankan MBG secara lebih efektif. Ia menegaskan bahwa Kemenkeu siap mendukung penguatan kapasitas SDM, terutama di bidang keuangan dan pengelolaan anggaran. “Kalau perlu tenaga finansial dan keuangan, kami dari Kementerian Keuangan siap membantu. Harusnya ke depan akan lebih baik,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa Key Discussion tidak hanya fokus pada angka, tetapi juga pada aspek kelembagaan yang mendukung keberlanjutan program.

Dalam Key Discussion, Purbaya membandingkan kondisi kerja sama dengan BGN saat ini dengan masa awal program. Ia menyatakan bahwa kerja sama telah meningkat secara signifikan, seiring perbaikan mekanisme pengawasan dan koordinasi. “Kerja sama dengan BGN sekarang semakin baik. Kalau dulu waktu awal saya masuk sempat banyak perdebatan, sekarang sudah tidak lagi,” tambahnya. Ini menegaskan bahwa kolaborasi antara Kemenkeu dan BGN menjadi fondasi kunci dalam mencapai efisiensi anggaran.

Selain efisiensi, Purbaya juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap MBG. Ia menyatakan bahwa Key Discussion yang berkelanjutan akan membantu mengidentifikasi kelemahan dan peluang perbaikan. “Program MBG adalah bagian dari kebijakan pemerintah yang berdampak luas, jadi harus terus dievaluasi agar bisa beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang berkembang,” jelasnya. Dengan pendekatan ini, anggaran akan tetap relevan dan berdampak maksimal.

Leave a reply