Key Strategy: Rasa Group Genjot Ekspansi Global, Incar Timur Tengah hingga AS
Key Strategy: Rasa Group Perluas Ekspansi Global, Incar Pasar Timur Tengah hingga Amerika Serikat Key Strategy - Dalam upaya meningkatkan daya saing di pasar
Key Strategy: Rasa Group Perluas Ekspansi Global, Incar Pasar Timur Tengah hingga Amerika Serikat
Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan daya saing di pasar internasional, Rasa Group – perusahaan F&B ternama dari Indonesia – telah mengadopsi strategi unik yang berfokus pada ekspor identitas merek lokal. Perusahaan yang bergerak di bawah naungan PT Multi Citra Rasa ini tidak hanya mengeksplorasi potensi ekspor produk, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan nilai tambah melalui branding yang kuat. Strategi ini sejalan dengan tujuan membangun ekosistem bisnis yang lebih besar dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan di luar negeri. Dengan peningkatan ekspansi global, Rasa Group berupaya menyasar pasar strategis seperti Timur Tengah dan Amerika Serikat, sekaligus memperkuat kehadiran di negara-negara lain.
Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung Ekspansi
Rasa Group mengambil langkah konkret dengan membangun House of Rasa di PIK 2, Tangerang. Fasilitas ini tidak hanya menjadi pusat distribusi produk, tetapi juga tempat kolaborasi dan inovasi untuk pengembangan merek. Pada ruang yang terdiri dari Beverage Lab, Culinary Lab, Coffee Experience Center, dan Training Center, perusahaan memperkenalkan konsep baru yang memadukan teknologi dan tradisi. Dengan kehadiran ini, Rasa Group diharapkan dapat menciptakan model bisnis yang berkelanjutan, sekaligus membuka akses ke pasar internasional melalui jaringan distribusi yang lebih kuat.
Ekspansi global tidak hanya berupa pembukaan outlet fisik, tetapi juga kolaborasi strategis dengan pemain lokal dan internasional. CEO Rasa Group, Sherley Ruslie, menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor merek tergantung pada penerapan standar kualitas yang konsisten.
“Kami membangun identitas merek melalui konsistensi produk dan pengalaman pelanggan yang mengesankan. Ini adalah Key Strategy kami untuk menembus pasar global,” kata Sherley dalam siaran pers, Kamis (16/7/2026).
Strategi ini juga melibatkan penyesuaian produk sesuai dengan preferensi konsumen di negara tujuan, sambil tetap mempertahankan inti khas Indonesia.
Strategi Pemasaran yang Difokuskan pada Nilai Budaya
Rasa Group menyadari bahwa merek nasional harus dibangun dengan menggabungkan keunikan budaya dan kebutuhan pasar global. Sebagai contoh, dalam menyasar Timur Tengah, perusahaan menawarkan varian kopi yang sesuai dengan selera lokal, seperti campuran aroma rempah tradisional. Sementara di Amerika Serikat, Rasa Group melibatkan desainer internasional untuk menyesuaikan tampilan produk dengan selera konsumen Barat.
“Key Strategy kami adalah menciptakan produk yang tidak hanya enak, tetapi juga berbaur dengan kekhasan budaya Indonesia,” tambah Sherley.
Dengan memperkenalkan keberagaman produk, Rasa Group berharap dapat menginspirasi industri F&B lainnya untuk melakukan transformasi serupa. Strategi ini juga mendukung penguatan ekonomi kreatif, di mana subsektor kuliner mencatat kontribusi sebesar 41% terhadap PDB pada 2025. Melalui ekspansi global, Rasa Group menargetkan meningkatkan ekspor F&B Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa industri lokal mampu bersaing di tingkat dunia.
Langkah penguatan merek ini diimbangi dengan pembentukan jaringan kerja sama yang lebih luas. Rasa Group sudah mendirikan kemitraan dengan pelaku usaha di Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Kamboja. Melalui kolaborasi ini, perusahaan memperoleh wawasan mendalam tentang kebutuhan pelanggan di berbagai negara, sehingga bisa merancang strategi pemasaran yang lebih tepat.
“Key Strategy kami mencakup investasi dalam penelitian pasar dan pembangunan infrastruktur yang memadai. Ini adalah pondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan,” jelas Sherley.
Selain itu, Rasa Group juga mengadakan pelatihan bagi para pengusaha lokal agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Langkah Kunci untuk Membangun Daya Saing Global
Kehadiran Rasa Group di pasar internasional menjadi contoh nyata bagaimana bisnis lokal dapat mengambil posisi strategis. Perusahaan ini tidak hanya mengandalkan ekspor komoditi, tetapi juga mengembangkan merek sebagai representasi Indonesia di dunia.
“Dengan Key Strategy ini, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi ekspor yang besar, terutama di sektor makanan dan minuman,” tutur Sherley.
Penguatan merek juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai ekonomi kreatif ke luar negeri, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku industri global terhadap produk lokal.
Masa depan ekspansi Rasa Group terus dipertahankan dengan target pembukaan cabang di lebih dari 20 negara dalam lima tahun ke depan. Selain itu, perusahaan juga fokus pada pengembangan inovasi produk berbasis teknologi, seperti penggunaan sistem pengemasan yang ramah lingkungan dan pengolahan bahan baku lokal dengan cara modern. Dengan Key Strategy yang terpadu, Rasa Group berharap dapat menjadi pelaku utama dalam meningkatkan ekspor F&B Indonesia dan membangun jaringan global yang lebih kuat.