Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Business

Main Agenda: Menilik Misi Besar Prabowo Bersih-Bersih BUMN, Mampukah Terwujud?

Daniel Moore - portalnara.com 4 mins read

in Agenda - Sebagai bagian dari Main Agenda yang menjadi prioritas utama dalam pemerintahannya, Prabowo Subianto terus memperkuat komitmen untuk melakukan

Main Agenda: Menilik Misi Besar Prabowo Bersih-Bersih BUMN, Mampukah Terwujud?

Strategi Reformasi BUMN dalam Main Agenda Prabowo

Main Agenda – Sebagai bagian dari Main Agenda yang menjadi prioritas utama dalam pemerintahannya, Prabowo Subianto terus memperkuat komitmen untuk melakukan pengoptimalan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tujuan utama reformasi ini adalah menyederhanakan struktur organisasi BUMN yang kini mencapai lebih dari 1.000 entitas, sehingga dapat dikuasai oleh sejumlah yang lebih sedikit, yaitu sekitar 250 entitas. Pemangkasan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat kemampuan BUMN dalam menjalankan tugas pemerintah serta menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Peran Danantara dalam Pemangkasan BUMN

Sejak pelantikan sebagai presiden, Prabowo mengambil langkah konkret dengan mendirikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga ini dianggap sebagai salah satu alat utama dalam mengejar Main Agenda reformasi BUMN. Danantara resmi beroperasi setelah disahkan dalam UU Nomor 1 Tahun 2025, yang menandai perubahan ketiga terhadap Undang-Undang BUMN. Dengan diangkatnya Muliaman Darmansyah Hadad sebagai Kepala BPI Danantara, konsolidasi BUMN diharapkan lebih terarah dan terukur.

Pengelolaan Danantara tidak hanya fokus pada penutupan BUMN, tetapi juga pada restrukturisasi anak perusahaan yang beroperasi secara tidak efisien. Prabowo menyatakan bahwa selama pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 15 Agustus 2025, ia mengungkapkan rencana pengurangan jumlah BUMN dari 1.000 menjadi 200-240 entitas. “Sudah 240 yang kita tutup. Enggak ada yang untung, rugi terus,” kata Prabowo dalam pidato terbaru. Selain itu, lembaga ini juga diharapkan menjadi pengawas independen yang memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara.

Analisis Main Agenda Reformasi BUMN

Langkah reformasi BUMN dalam Main Agenda Prabowo memicu perdebatan di kalangan masyarakat dan para ahli ekonomi. Sejumlah pihak menilai bahwa pengurangan jumlah BUMN bisa memperkuat fokus pada bisnis inti yang bernilai tambah, sementara yang lain khawatir terjadi penghilangan keberagaman sektor yang mungkin menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai contoh, beberapa BUMN yang tergolong kurang produktif seperti PT. Ratu Medika dan PT. Binamarga telah dipersiapkan untuk diintegrasikan atau ditutup, sesuai dengan kebijakan pencairan investasi yang dicanangkan.

Dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri pada 28 Juni 2026, Prabowo menyatakan bahwa target pengurangan BUMN dari 1.000 menjadi 300 entitas masih akan ditekankan. Ia menekankan pentingnya kebijakan Main Agenda ini dalam menciptakan kekuatan ekonomi yang lebih terpadu dan efektif. Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, kebijakan ini juga berdampak langsung pada ketersediaan sumber daya manusia dan dana investasi yang lebih optimal.

Kendala dalam Implementasi Main Agenda

Meski tujuan Main Agenda reformasi BUMN sangat ambisius, sejumlah tantangan muncul dalam proses penerapannya. Pertama, konsistensi kebijakan menjadi kunci utama. Jumlah BUMN yang harus dipangkas sebanyak 700 entitas menuntut pengawasan yang ketat terhadap seluruh proses penutupan dan penggabungan. Kedua, adanya perbedaan pendapat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait efektivitas kebijakan ini. Beberapa anggota DPR mengkritik kecepatan proses reformasi, sementara pengusaha nasional mendukung kebijakan yang dianggap mampu meningkatkan kompetitivitas BUMN di pasar global.

Menurut seorang ekonom dari Universitas Indonesia, perampingan BUMN dalam Main Agenda juga memerlukan rencana jangka panjang yang terukur. “Kalau hanya berhenti di jumlah entitas, belum cukup. Harus ada kriteria spesifik untuk menilai efisiensi dan kinerja BUMN yang diubah,” jelasnya. Dengan demikian, keberhasilan Main Agenda ini bergantung pada faktor-faktor seperti transparansi pengambilan keputusan, partisipasi masyarakat, serta dukungan dari pihak eksternal seperti investor dan pemangku kepentingan internasional.

Langkah-Langkah untuk Mewujudkan Main Agenda

Untuk memastikan tercapainya Main Agenda dalam waktu yang lebih singkat, pemerintah telah menyusun strategi yang terstruktur. Pertama, pembentukan tim evaluasi BUMN yang independen, di bawah naungan Danantara, untuk menilai kinerja setiap perusahaan. Kedua, pengurangan jumlah komisaris dalam setiap BUMN yang menjadi fokus utama, karena dianggap sebagai penyebab kinerja yang tidak optimal. Prabowo menekankan bahwa jumlah komisaris sebaiknya hanya empat hingga lima orang, agar pengambilan keputusan lebih cepat dan lebih akurat.

Ketiga, penguatan regulasi yang mendorong BUMN untuk berorientasi pada bisnis inti dan meninggalkan aktivitas yang tidak relevan. Hal ini juga sejalan dengan visi Main Agenda untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi pengusaha swasta untuk berkembang, karena BUMN yang dipangkas akan menjadi pelaku pasar yang lebih efisien. Dengan semua langkah ini, prinsip Main Agenda seharusnya mampu mencapai efisiensi maksimal dalam pengelolaan BUMN.

Perspektif Masa Depan Main Agenda

Jika berhasil, Main Agenda reformasi BUMN akan menjadi model kebijakan yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah maupun negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Prabowo menyatakan bahwa ini adalah langkah penting untuk mengubah paradigma pengelolaan BUMN menjadi lebih profesional. “Dengan Main Agenda ini, saya ingin BUMN tidak hanya menjadi penghasil keuntungan, tapi juga menjadi pelaku utama pembangunan nasional,” katanya dalam wawancara terkini. Kebijakan ini juga diharapkan bisa memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional, terutama dalam bidang industri dan investasi.

Leave a reply