Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Business

Special Plan: Mulai 1 September, Aturan Bagasi Garuda Indonesia Dihitung per Koper

Jennifer Johnson - portalnara.com 3 mins read

Mulai 1 September, Garuda Indonesia Terapkan Aturan Bagasi Berdasarkan Koper dalam Rangka Special Plan Special Plan - Garuda Indonesia memperkenalkan

Special Plan: Mulai 1 September, Aturan Bagasi Garuda Indonesia Dihitung per Koper

Mulai 1 September, Garuda Indonesia Terapkan Aturan Bagasi Berdasarkan Koper dalam Rangka Special Plan

Special Plan – Garuda Indonesia memperkenalkan perubahan signifikan dalam kebijakan bagasi sebagai bagian dari Special Plan mereka, yang mulai berlaku untuk semua tiket penerbangan yang diterbitkan per 1 September 2026. Perusahaan maskapai penerbangan nasional ini beralih dari sistem perhitungan berdasarkan berat ke sistem berbasis jumlah koper, sebagai upaya meningkatkan transparansi, kemudahan, dan pengalaman perjalanan penumpang. Dengan Special Plan ini, Garuda Indonesia memberikan kejelasan mengenai batas bagasi berdasarkan jumlah koper yang dibawa, mempermudah penumpang dalam perencanaan perjalanan dan mengurangi kebingungan selama proses check-in.

Penyesuaian Aturan Bagasi untuk Penerbangan Domestik

Untuk penerbangan domestik, Garuda Indonesia memberlakukan perubahan dalam alokasi bagasi berdasarkan koper. Penumpang kelas ekonomi sebelumnya hanya diberi batas berat 20 kilogram, tetapi kini dapat membawa satu koper dengan berat hingga 23 kilogram. Jika penumpang membawa lebih dari satu koper, mereka akan dikenai biaya tambahan. Di sisi lain, kelas bisnis dan First Class mendapatkan akses ke alokasi bagasi yang lebih luas, dengan total berat mencapai 64 kilogram untuk kedua kelas tersebut. Penyesuaian ini bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih dalam pengaturan barang bawaan tanpa mengorbankan kejelasan batas.

Dalam Special Plan, Garuda Indonesia juga menyesuaikan kapasitas bagasi berdasarkan koper untuk penerbangan internasional. Penumpang kelas ekonomi kini memiliki alokasi berat bagasi hingga 46 kilogram, tetapi tetap dibatasi maksimal dua koper. Sementara itu, kelas bisnis dan First Class mendapatkan alokasi 64 kilogram, yang dibagi menjadi dua koper masing-masing berat maksimal 32 kilogram. Perubahan ini mencerminkan strategi perusahaan untuk menyelaraskan kebijakan dengan tren industri penerbangan modern, yang lebih fokus pada pengalaman pelanggan dan keteraturan dalam pelayanan.

Manfaat dan Kebutuhan Penumpang dalam Special Plan

Perubahan sistem berbasis koper ini diharapkan memberikan keuntungan bagi penumpang, terutama yang sering bepergian dengan barang bawaan yang cukup banyak. Dengan Special Plan, penumpang tidak perlu khawatir menghitung berat barang secara ketat, karena sistem perhitungan berdasarkan jumlah koper memberikan fleksibilitas yang lebih besar. Neil Raymond Mills, Direktur Transformasi Garuda Indonesia, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi kebingungan dan meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan batas yang jelas serta menghindari penumpang kehilangan bagasi karena kesalahan pengukuran berat.

“Implementasi Special Plan adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih modern, konsisten, transparan, dan mudah dipahami,” kata Neil Raymond Mills dalam pernyataan resmi. Menurutnya, perubahan ini memungkinkan penumpang untuk lebih efisien dalam mengemas barang, karena mereka bisa memperkirakan jumlah koper yang dibutuhkan sebelum melakukan pemesanan tiket. Selain itu, Garuda Indonesia juga memberikan insentif berupa peningkatan batas berat bagasi untuk semua kelas, yang sebelumnya terbatas pada sistem berbasis berat.

Garuda Indonesia memastikan bahwa Special Plan ini tidak sepenuhnya mengganti sistem berbasis berat, tetapi menjadi alternatif yang lebih mudah diterapkan. Penumpang yang sudah memiliki tiket sebelum 1 September 2026 tetap berlaku aturan lama, sedangkan tiket yang diterbitkan setelah tanggal tersebut harus mengikuti aturan berdasarkan koper. Perubahan ini memberikan ruang bagi penumpang untuk mengatur barang bawaan sesuai kebutuhan, sambil tetap memenuhi standar keamanan dan efisiensi operasional maskapai.

Kebijakan baru ini juga dipandang sebagai upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri penerbangan. Dengan Special Plan, perusahaan berharap menarik lebih banyak penumpang yang menginginkan pengalaman penerbangan yang lebih terstruktur dan tidak membingungkan. Selain itu, sistem berbasis koper dianggap lebih praktis, terutama bagi penumpang yang sering membawa barang dalam jumlah yang tidak teratur, karena mereka hanya perlu memperhatikan jumlah koper yang dibawa.

Leave a reply