Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Business

Special Plan: Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Skill Kewirausahaan

Betty Smith - portalnara.com 3 mins read

mbangkan Keterampilan Kewirausahaan Ahli Waris Special Plan BPJS Ketenagakerjaan kembali menjadi fokus utama dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi bagi

Special Plan: Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Skill Kewirausahaan

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Kembangkan Keterampilan Kewirausahaan Ahli Waris

Special Plan BPJS Ketenagakerjaan kembali menjadi fokus utama dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi bagi para ahli waris pekerja yang meninggal dunia. Selain memberikan santunan sebagai bentuk perlindungan sosial, lembaga ini memperkenalkan Program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian) sebagai inisiatif khusus untuk membekali penerima manfaat dengan keterampilan kewirausahaan. Program ini diimplementasikan melalui kerja sama dengan Bank Mandiri, Rumah BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Pemerintah DKI Jakarta. Kegiatan yang berlangsung di Graha BPJAMSOSTEK, Jakarta, pada Senin (13/7) menghadirkan berbagai pelatihan yang bertujuan membangun ekosistem usaha bagi para ahli waris.

Strategi Kolaborasi Membangun Kemandirian Ahli Waris

Dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, sebanyak 90 peserta diberikan pelatihan berbasis kompetensi. Program PEKA menekankan pendekatan holistik, dengan melibatkan berbagai pihak seperti Rumah BUMN yang fokus pada pembinaan UMKM, OJK yang memberikan edukasi literasi keuangan, dan Bank Mandiri yang menyediakan akses modal usaha. Berbagai aspek kritis, seperti pengemasan produk, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan, menjadi bagian integral dari pelatihan ini untuk memastikan para peserta mampu memulai usaha yang berkelanjutan.

Kemitraan lintas sektor dalam Program PEKA dianggap sebagai kunci keberhasilan. Melalui kerja sama ini, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menyediakan dana santunan tetapi juga memastikan pendampingan teknis dan bimbingan langsung. Rano Karno mengapresiasi inisiatif ini sebagai Special Plan yang mengubah santunan menjadi peluang bisnis. “Program ini memberikan nilai tambah karena tidak hanya berhenti pada pemberian dana, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi melalui keterampilan kewirausahaan,” katanya.

Keterampilan dan Profitabilitas sebagai Tujuan Utama

Manfaat jangka panjang dari Program PEKA terlihat jelas dalam upaya mengubah kondisi sosial para ahli waris. BPJS Ketenagakerjaan mengelola program ini di berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta, yang saat ini telah menampung 299 peserta. Jumlah klaim santunan hingga 30 Juni 2026 mencapai 2.688.827 kasus secara nasional dengan nilai total Rp36,09 triliun. Di Jakarta, angka tersebut mencapai 385.707 kasus senilai Rp6,69 triliun.

“PEKA dirancang agar peserta tidak hanya menerima dana santunan, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman langsung untuk membangun usaha yang produktif,” tutur Saiful Hidayat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam wawancara, Saiful menekankan bahwa program ini memprioritaskan keterampilan praktis dan profitabilitas. “Keberhasilan Special Plan tidak bisa diukur dari jumlah peserta, tetapi dari kemampuan mereka untuk menciptakan penghasilan baru dan memperkuat kesejahteraan keluarga,” jelasnya. Pelatihan kewirausahaan yang disediakan mencakup peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, serta manajemen risiko usaha, yang menjadi bekal penting bagi para ahli waris.

Meningkatkan Produkivitas Melalui Program PEKA

Program PEKA juga mengintegrasikan elemen peningkatan produktivitas. Para peserta diberikan akses ke pasar lokal dan nasional, serta fasilitas pendanaan dari Bank Mandiri. Dengan pendekatan ini, BPJS Ketenagakerjaan memastikan bahwa manfaat yang diberikan tidak hanya sekadar dukungan finansial, tetapi juga alat untuk memulai perjalanan bisnis yang mandiri. “Kami ingin melihat para ahli waris menjadi pengusaha mandiri dalam waktu 12 bulan ke depan,” ungkap Saiful.

Salah satu Special Plan yang menjadi keunggulan Program PEKA adalah kesinambungan pendampingan setelah pelatihan selesai. Peserta diberikan akses ke jaringan pelaku usaha, pelaku ekonomi kreatif, dan mentor kewirausahaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan mereka tidak hanya menguasai teori, tetapi juga menerapkan konsep tersebut secara langsung. “Mereka akan diberikan bimbingan hingga usaha mereka stabil dan dapat beroperasi secara mandiri,” tambah Saiful.

Program ini menurut Saiful juga menjadi contoh Special Plan yang menyesuaikan kebutuhan sosial dengan tren ekonomi modern. “Dengan adanya keterampilan kewirausahaan, para ahli waris tidak lagi bergantung pada bantuan luar, tetapi mampu menciptakan penghasilan sendiri,” pungkasnya. Di sisi lain, Rano Karno berharap Program PEKA dapat menjadi penggerak ekonomi baru di DKI Jakarta, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang terdampak kehilangan penghasilan.

Leave a reply