Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Langgar Kesepakatan – Iran Serang 2 Kapal Komersial di Selat Hormuz

Linda Miller - portalnara.com 2 mins read

l di Selat Hormuz Langgar Kesepakatan - Jakarta, Iran dilaporkan melakukan serangan rudal terhadap dua kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz pada

Langgar Kesepakatan – Iran Serang 2 Kapal Komersial di Selat Hormuz

Langgar Kesepakatan, Iran Serang 2 Kapal Komersial di Selat Hormuz

Langgar Kesepakatan – Jakarta, Iran dilaporkan melakukan serangan rudal terhadap dua kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz pada Senin (6/7/2026) dini hari waktu setempat. Salah satu kapal yang terkena serangan merupakan tanker minyak milik perusahaan Qatar, Nakilat. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, sebab sebelumnya telah memberi peringatan kepada kapal-kapal yang berada di wilayah tersebut.

Pernyataan IRGC dan Dampak Serangan

“Rudal dan drone kami siap menembaki kalian,” demikian pernyataan resmi IRGC yang dikutip Wall Street Journal (WSJ). Serangan ini menyebabkan kebakaran serta kerusakan signifikan pada dua kapal. Kerusakan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan pemilik kapal. Selain itu, hambatan dalam pengiriman barang ke tujuan juga menjadi faktor tambahan.

Nakilat menambahkan bahwa kapal mereka diserang saat sedang berlabuh di pelabuhan tertentu di Selat Hormuz. “Ruang mesin terbakar dan dipenuhi asap. Kerusakan lebih lanjut belum dapat dinilai. Semua awak kapal selamat dan berkumpul di sisi kanan kapal,” kata perusahaan tersebut, seperti dilansir The National.

Perang Kembali Berlanjut

Serangan Iran ke kapal-kapal di Selat Hormuz dianggap melanggar kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Salah satu ketentuan dalam perjanjian tersebut adalah Iran wajib menjaga ketersediaan Selat Hormuz secara penuh dan tidak melakukan serangan terhadap kapal yang melintasi wilayah tersebut. Langkah ini bisa mengganggu proses negosiasi antara Iran dan AS yang tengah berlangsung, dengan tujuan mencapai perdamaian abadi.

Sebelumnya, pada akhir Juni lalu, Iran juga pernah menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz. Serangan tersebut memicu reaksi besar dari AS, yang kemudian melakukan dua serangan beruntun ke Iran. Serangan pertama dilakukan pada 26 Juni, sementara yang kedua terjadi pada 27 Juni. Kedua serangan menyasar situs penyimpanan rudal dan drone Iran di dekat Selat Hormuz.

Kemudian, Iran membalas serangan AS dengan menyerang pangkalan militer mereka di Bahrain dan Kuwait. Langkah ini menunjukkan ketegangan antara kedua negara terus berlanjut, meski upaya perdamaian masih dalam proses.

Leave a reply