Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI Rampung 2027

Daniel Moore - portalnara.com 4 mins read

HI Rampung 2027 Proyek Jaringan Bawah Tanah di Bundaran HI Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI menjadi salah satu proyek strategis Jakarta

Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI Rampung 2027

Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI Rampung 2027

Proyek Jaringan Bawah Tanah di Bundaran HI

Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI menjadi salah satu proyek strategis Jakarta yang diharapkan rampung pada awal tahun 2027. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa terowongan bawah tanah ini bertujuan untuk memperkuat sistem transportasi dan memudahkan akses antar gedung strategis di Bundaran HI. Proyek ini akan menghubungkan Hotel Pullman, Grand Hyatt, Hotel Indonesia Kempinski, serta Mandarin Oriental, yang merupakan pusat kegiatan bisnis dan wisata di kawasan tersebut. Selain itu, terowongan ini juga dirancang untuk terhubung ke Stasiun MRT Bundaran HI, sehingga masyarakat dan pengunjung dapat menggunakan transportasi umum secara efisien.

“Pembangunan terowongan bawah tanah di Bundaran HI telah memasuki tahap akhir. Kami optimis proyek ini dapat selesai tepat waktu pada 2027, sebagai bagian dari upaya menyempurnakan infrastruktur kota,” kata Pramono dalam sebuah acara di Taman Ismail Marzuki, Selasa (7/6/2026).

Terowongan bawah tanah ini bukan hanya sebagai jalan kaki, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan yang lebih luas. Pramono menegaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan berbagai pihak terkait, termasuk pengelola gedung dan investor. Proses pembangunan telah dimulai sejak beberapa tahun lalu, dan sekarang fokusnya berada pada pematangan desain dan persiapan konstruksi. Dengan selesainya terowongan tersebut, kepadatan lalu lintas di Bundaran HI yang sering mengalami kemacetan sehari-hari diharapkan dapat dikurangi secara signifikan.

Latar Belakang Proyek dan Manfaatnya

Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI sebagai solusi untuk mengatasi masalah pengaturan lalu lintas di satu dari kawasan terpadat Jakarta. Bundaran HI, yang menjadi titik kumpul utama, sering menjadi sumber kepadatan karena menggabungkan akses jalan raya, stasiun MRT, dan banyak gedung perkantoran serta wisata. Proyek ini bertujuan mengalihkan sebagian kecil pengguna jalan raya ke jalur bawah tanah, sehingga mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, terowongan tersebut juga dirancang untuk menjadi bagian dari konsep Transjakarta yang lebih modern, dengan menyediakan akses mudah ke berbagai tempat di Jakarta Selatan.

Dalam penjelasannya, Pramono menyebutkan bahwa terowongan bawah tanah ini juga akan menjadi ruang untuk mengembangkan ekonomi lokal. “Kami sedang merancang area yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat usaha kecil menengah, seperti warung makan, toko ritel, dan kafe, sehingga masyarakat sekitar bisa mendapatkan peluang kerja dan pendapatan tambahan,” tambahnya. Konsep ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Tahapan Pembangunan dan Tantangan

Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI diharapkan selesai pada akhir tahun 2027, setelah melalui beberapa tahap kritis. Proyek ini membutuhkan koordinasi antara berbagai instansi, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, dan pengelola gedung. Tahap awal mencakup survei dan desain, kemudian masuk ke fase pembangunan fisik, seperti pengeboran, penataan infrastruktur, dan pengujian kelayakan. Salah satu tantangan utama dalam pembangunan terowongan adalah menjaga kualitas tanah dan memastikan tidak mengganggu struktur bangunan di sekitar kawasan Bundaran HI.

Berdasarkan pernyataannya, Pramono menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah memprioritaskan kecepatan proyek ini karena manfaat yang besar bagi masyarakat. “Kami mempercepat proses karena penggunaan terowongan bawah tanah bisa langsung memberikan dampak positif, seperti mengurangi polusi udara dan meningkatkan efisiensi transportasi,” jelasnya. Selain itu, pihatannya juga memastikan bahwa proyek ini memenuhi standar keselamatan dan keberlanjutan lingkungan. Dengan terselesainya terowongan bawah tanah, Pramono berharap Jakarta menjadi lebih mudah diakses dan lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk menyelesaikan Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar. Proyek ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp500 miliar, yang dianggarkan dalam APBD DKI tahun 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk pembelian tanah, konstruksi, serta penunjang seperti pengamanan dan pemasangan sistem pencahayaan. Pramono juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pihak swasta, karena banyak gedung di Bundaran HI berada di bawah pengelolaan perusahaan swasta.

Peluang dan Dampak Jangka Panjang

Dengan Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI, harapan besar terletak pada kota Jakarta yang akan menjadi lebih efisien dalam hal transportasi. Terowongan ini akan menjadi bagian dari sistem jaringan transportasi multimodal, yang menggabungkan jalan raya, MRT, dan jalur kaki. Diharapkan, proyek ini bisa mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke Bundaran HI, sehingga mengurangi emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara. Selain itu, terowongan tersebut juga akan mempercepat akses ke kawasan bisnis utama seperti Kota Tua dan Kuningan.

Kelancaran Pramono Targetkan Terowongan Bawah Tanah Bundaran HI juga akan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan dan pengendara. “Terowongan ini akan menjadi pusat kegiatan yang ramah lingkungan dan aman,” tutur Pramono. Selain itu, terowongan tersebut juga berpotensi menjadi lokasi baru untuk kegiatan sosial dan budaya, seperti pameran, pertunjukan seni, atau pusat informasi kota. Dengan adanya jalur bawah tanah, masyarakat dapat menikmati pengalaman mengunjungi Bundaran HI tanpa mengganggu kegiatan sehari-hari di luar kawasan tersebut.

Leave a reply