Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Solution For: Alasan TNI Jaga Ketat Rumah Jampidsus

Daniel Moore - portalnara.com 3 mins read

Solution For: Alasan TNI Jaga Ketat Rumah Jampidsus Solution For alasan TNI menjaga ketat rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie

Solution For: Alasan TNI Jaga Ketat Rumah Jampidsus

Solution For: Alasan TNI Jaga Ketat Rumah Jampidsus

Solution For alasan TNI menjaga ketat rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, seorang tokoh penting dalam penyelidikan tiga dugaan kasus korupsi, menjadi topik hangat yang dibahas oleh masyarakat. Pada Rabu, 8 Juli 2026, sejumlah prajurit TNI terlihat melakukan pengawasan ketat di depan kediaman Febrie di Jalan Radio 1 Kramat Pela, Jakarta Selatan. Tindakan ini dilakukan secara bersamaan dengan operasi penggeledahan yang dilakukan oleh Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya, dalam upaya mengungkap kasus-kasus korupsi yang terkait pasokan batu bara PLN, suap di PT Krakatau Steel, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di PT Asabri. Solution For kebijakan ini, banyak pihak menganggap bahwa TNI berperan aktif dalam memberikan perlindungan kepada jaksa dan keluarga mereka sebagai bagian dari solusi untuk memastikan proses penyelidikan berjalan lancar.

Penjagaan TNI dan Peran dalam Penyelidikan

Pengamanan di kediaman Febrie menunjukkan komitmen TNI untuk mendukung lembaga kejaksaan dalam solusi for menuntut para pelaku korupsi. Mabes TNI mengonfirmasi bahwa personel dikerahkan untuk mengawal kegiatan tersebut, dengan dasar hukum yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 66 tahun 2025. Aturan ini mengatur perlindungan jaksa dan keluarga mereka melalui kerja sama dengan anggota militer dan kepolisian, yang menjadi solusi for mengurangi risiko intervensi atau ancaman terhadap proses investigasi.

“Pengamanan Jampidsus dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah disepakati sesuai aturan yang berlaku,” kata Brigjen TNI Muhammad Nas, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, melalui pesan pendek pada Kamis (9/7/2026).

Dalam pernyataannya, Nas menekankan bahwa tugas TNI tidak terkait langsung dengan penyelidikan kasus korupsi, melainkan sebagai bagian dari solusi for memastikan keamanan selama proses penyidikan berlangsung. Dia juga menjelaskan bahwa keberadaan TNI di lokasi ini dilakukan sesuai instruksi yang diberikan oleh lembaga kejaksaan, sehingga menunjukkan koordinasi yang ketat antara institusi hukum dan militer.

Kritik Publik terhadap Pengawasan TNI

Di sisi lain, tindakan TNI dalam pengawasan ketat di kediaman Febrie mendapat kritik dari sejumlah warganet. Banyak orang menganggap bahwa solusi for menegakkan hukum dengan cara ini terkesan kurang adil, terutama karena kasus yang sedang ditelusuri diduga melibatkan Febrie secara langsung. “TNI keren banget, jaga koruptor,” tulis satu akun di media sosial. “Salah satu prestasi, TNI kita menjaga koruptor,” ujar akun lain. Kritik ini menggambarkan kebingungan publik terhadap alasan TNI melakukan tugas perlindungan, di tengah upaya mengungkap kejahatan korupsi.

“Katanya mau kejar koruptor sampai ke ujung dunia, kok jadi dijagain, Pak Prabowo? Gunakan TNI lagi,” tambah warganet dalam komentar mereka.

Meski kritik ini mengarah pada pertanyaan tentang konsistensi TNI dalam menegakkan hukum, pihak kejaksaan menyatakan bahwa pengawasan tersebut merupakan bagian dari solusi for menjaga kelancaran penyelidikan. TNI dikatakan hanya menjalankan tugas sesuai perintah, bukan terlibat langsung dalam proses penyidikan. Namun, banyak pihak berharap TNI bisa memberikan kesan lebih kuat sebagai lembaga yang menegakkan hukum, bukan hanya sebagai pelindung pelaku kejahatan.

Detail Operasi Penggeledahan

Operasi penggeledahan oleh Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terus memperluas cakupannya. Awalnya, ada delapan lokasi yang dikunjungi, tetapi kini jumlahnya mencapai 12 titik. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa penyidik memperluas area pencarian barang bukti sebagai bagian dari solusi for mempercepat proses penyelidikan. Solution For ini mencakup perluasan cakupan ke berbagai lokasi yang diduga terkait dengan dugaan korupsi.

Dari 12 lokasi tersebut, penyidikan di Cafe de’CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, telah selesai. Dari dua

Leave a reply