Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Tiga Santri Jadi Korban Kebakaran di Ponpes NTB – Satu Meninggal

Susan Hernandez - portalnara.com 2 mins read

Kebakaran di Ponpes NTB: Tiga Santri Jadi Korban, Satu Meninggal Tiga Santri Jadi Korban Kebakaran di Ponpes - Kebakaran yang menewaskan satu santri dan

Tiga Santri Jadi Korban Kebakaran di Ponpes NTB – Satu Meninggal

Kebakaran di Ponpes NTB: Tiga Santri Jadi Korban, Satu Meninggal

Tiga Santri Jadi Korban Kebakaran di Ponpes – Kebakaran yang menewaskan satu santri dan melukai dua lainnya di sebuah pesantren di Desa Mantang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sorotan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Peristiwa ini menunjukkan pentingnya perlindungan dan pemulihan bagi anak-anak yang menjadi korban musibah. Fokus utama dalam penanganan kebakaran tersebut adalah memastikan tiga santri yang menjadi korban menerima layanan pemulihan yang komprehensif.

Penyebab Kebakaran dan Proses Penanganan

Menurut laporan awal, kebakaran terjadi pada November 2025 saat seorang santri menggunakan mika yang disiram bensin di gudang pesantren. Api cepat merambat ke botol bensin, menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan tiga santri menjadi korban. Korban yang berjumlah tiga orang terdiri dari satu santri yang meninggal akibat luka bakar 100 persen, satu santri dengan luka bakar serupa, dan satu santri lain yang mengalami luka bakar sekitar 75 persen. Pemerintah dan lembaga terkait secara aktif bekerja sama untuk menjamin proses penanganan yang berkelanjutan.

“Kebakaran pesantren NTB ini menunjukkan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap kejadian musibah. Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan psikologis dan bantuan medis yang optimal,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam pernyataannya.

Dalam upaya mempercepat respons, pihak berwenang melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan layanan yang dibutuhkan oleh korban terpenuhi. Termasuk, layanan rehabilitasi medis dan pendampingan keluarga menjadi bagian dari strategi pemulihan yang dijalankan.

Pelaksanaan Pemulihan Fisik dan Psikologis

Kemen PPPA bersama UPTD PPA Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah menelusuri keberadaan santri yang terluka untuk memberikan layanan pemulihan yang terpadu. Santri SAH, yang mengalami luka bakar 75 persen, telah menjalani operasi dan kini dalam kondisi rawat jalan. Dalam pemeriksaan psikologis, korban menunjukkan gejala trauma berat, termasuk halusinasi auditori, penurunan kepercayaan diri, dan reaksi berlebihan saat tidur.

“Trauma berat pada santri korban kebakaran adalah indikasi bahwa pemulihan tidak hanya fokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga psikologis. Kami berupaya memberikan bantuan yang berkelanjutan agar mereka dapat bangkit dan kembali normal,” jelas Arifah Fauzi.

Selain itu, keluarga korban telah didampingi oleh pihak berwenang untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lombok Tengah. Proses investigasi berlangsung sekaligus menjamin perlindungan anak-anak yang terlibat.

Kebakaran di pesantren NTB juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan di lingkungan pendidikan Islam. Pihak pesantren menyatakan telah mengidentifikasi penyebab utama kebakaran tersebut dan mulai melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur serta kebijakan keselamatan. Penanganan terhadap tiga santri yang menjadi korban kebakaran ini diharapkan menjadi referensi untuk kebijakan perlindungan anak di daerah lain.

Kebakaran di Ponpes NTB tidak hanya mengguncang warga setempat, tetapi juga memicu perhatian masyarakat luas. Banyak pihak turut menggalang dana untuk bantuan korban, sementara pemerintah daerah berupaya mempercepat proses rehabilitasi. Dengan adanya kejadian ini, kesadaran tentang pentingnya keselamatan di institusi pendidikan semakin meningkat.

Leave a reply