Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Tech

5 Perangkat Smart Home yang Sebaiknya Diblokir dari Internet

Daniel Moore - portalnara.com 3 mins read

Banyak gadget pintar di rumah mengandalkan internet hanya untuk mengakses cloud atau melakukan kontrol jarak jauh melalui smartphone. Namun, membiarkan

5 Perangkat Smart Home yang Sebaiknya Diblokir dari Internet

Alasan Memutuskan Koneksi Internet pada Perangkat Smart Home Tertentu

Portalnara.com – Banyak gadget pintar di rumah mengandalkan internet hanya untuk mengakses cloud atau melakukan kontrol jarak jauh melalui smartphone. Namun, membiarkan terlalu banyak perangkat tetap terhubung secara terus-menerus dapat membebani jaringan Wi-Fi, memperlambat koneksi, dan membuka celah keamanan apabila perangkat tersebut tidak lagi menerima pembaruan dari pabrikan. Oleh karena itu, memutuskan akses internet untuk gadget yang tidak benar-benar membutuhkannya merupakan solusi sederhana namun efektif untuk meningkatkan keamanan sekaligus menjaga performa jaringan di rumah.

Berikut adalah lima perangkat smart home yang disarankan untuk diblokir dari internet:

1. Smart Door Lock

Kunci pintu pintar umumnya terhubung ke smartphone melalui Bluetooth atau Wi-Fi, dan beberapa model bahkan menggunakan sistem biometrik atau keypad, sehingga tidak lagi bergantung pada kunci fisik yang mudah hilang atau diduplikasi. Beberapa smart door lock juga memungkinkan akses jarak jauh melalui internet untuk kenyamanan tambahan. Namun, dari perspektif keamanan, menghubungkan perangkat ini ke internet justru meningkatkan risiko peretasan jarak jauh. Smart door lock yang beroperasi secara offline, misalnya hanya melalui Bluetooth atau biometrik, dianggap lebih aman dan lebih sederhana. Selain mengurangi potensi serangan hacker, perangkat semacam ini juga tidak membebani jaringan Wi-Fi dan biasanya memiliki harga yang lebih terjangkau.

2. Kamera Keamanan Pintar

Kamera keamanan pintar biasanya terhubung ke internet agar pengguna dapat memantau secara langsung melalui smartphone, menerima notifikasi real-time, dan menyimpan rekaman di cloud. Namun, ada alasan kuat untuk memutus perangkat ini dari internet, seperti mengurangi jumlah perangkat yang online atau menjaga privasi karena rekaman tidak disimpan di server pihak ketiga. Menariknya, hal ini tidak berarti semua fitur pintarnya hilang, karena beberapa kamera keamanan pintar tetap dapat berfungsi melalui jaringan seluler yang memungkinkan live-streaming dan notifikasi sekaligus menyimpan video secara lokal di kartu microSD. Meskipun tidak semua kamera keamanan pintar dengan penyimpanan lokal mendukung jaringan seluler, opsi ini tetap layak dipertimbangkan bagi pengguna yang lebih mengutamakan kontrol dan privasi data.

3. Smart TV

Salah satu keunggulan utama smart TV adalah kemampuannya menjalankan aplikasi streaming seperti Netflix atau YouTube tanpa perangkat tambahan. Namun, bagi pengguna yang lebih suka menggunakan konsol game atau perangkat streaming tambahan seperti Chromecast with Google TV, smart TV sebenarnya tidak perlu selalu terhubung ke internet. Kabar baiknya, masih banyak fitur yang tetap dapat digunakan secara offline, seperti mirroring layar dari smartphone atau PC secara nirkabel untuk bermain game atau bekerja di layar yang lebih besar, serta pemutar media bawaan yang memungkinkan pengguna menonton video atau film langsung dari flashdisk atau HDD eksternal.

4. Smart Lamp

Lampu pintar dapat membebani jaringan Wi-Fi jika terus terhubung ke internet. Padahal, banyak di antaranya tetap dapat dikendalikan secara lokal melalui Bluetooth atau smart hub tanpa memerlukan koneksi internet sama sekali, termasuk untuk mengatur tingkat kecerahan, warna, hingga efisiensi energi. Karenanya, lebih ideal jika sejak awal smart lamp dirancang agar tidak bergantung pada internet. Sebab, jika koneksi internet mati, lampu yang sepenuhnya bergantung pada Wi-Fi bisa ikut “mati” juga. Faktanya, ada banyak smart lamp berkualitas tinggi yang tetap berfungsi penuh tanpa internet, sehingga lebih aman dan praktis untuk penggunaan sehari-hari.

5. Smart Hub

Smart hub adalah perangkat yang berfungsi sebagai pusat kendali untuk berbagai perangkat smart home di rumah. Perangkat ini memungkinkan semuanya saling terhubung, terpantau, dan dapat diatur secara otomatis, termasuk melalui perintah suara. Meskipun banyak smart hub populer seperti Samsung SmartThings atau Amazon Echo bergantung pada internet, sebenarnya pengguna tetap dapat menjalankan perangkat smart home tanpa koneksi online dengan menggunakan jaringan lokal berbasis protokol seperti Zigbee. Dengan cara ini, smart hub dan perangkat smart home lainnya tetap dapat berkomunikasi tanpa Wi-Fi, sekaligus mengurangi risiko keamanan dan beban jaringan.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa perangkat smart home yang sebaiknya diblokir dari internet. Selain beberapa perangkat di atas, perangkat lain apa yang menurutmu juga beresiko jika selalu terhubung ke internet?

Leave a reply