Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Hype

6 Jenis Sakit Kepala dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Lisa Rodriguez - portalnara.com 4 mins read

Mengenali lokasi nyeri dan jenis sakit kepala merupakan langkah krusial agar penanganan serta obat yang diminum sesuai dengan kondisi. Setiap orang bisa

6 Jenis Sakit Kepala dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Kenali Tipe Sakit Kepalamu: 6 Jenis dan Solusi Pengobatan yang Tepat

Portalnara.com – Mengenali lokasi nyeri dan jenis sakit kepala merupakan langkah krusial agar penanganan serta obat yang diminum sesuai dengan kondisi. Setiap orang bisa mengalami berbagai tipe sakit kepala dengan pemicu yang berbeda-beda. Mulai dari tension headache yang dipicu stres, sakit kepala kluster, infeksi sinus, hingga migrain. Perlu diwaspadai penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan karena hal ini dapat menyebabkan sakit kepala berulang atau yang dikenal sebagai rebound headache.

Pernahkah kamu merasa pusing tanpa yakin harus minum obat apa? Pusat nyeri kepala bisa berubah-ubah setiap saat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tipe sakit kepalamu serta titik nyeri yang dirasakan. Dengan memahami kondisi ini, kamu bisa mengatasinya dengan benar dan tidak perlu cemas berlebihan. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 mengungkapkan bahwa sebanyak 80 persen penderita yang sebelumnya didiagnosa mengidap sakit kepala akibat sinus, ternyata sebenarnya mengidap migrain.

Berikut adalah panduan lengkap untuk mengenali jenis sakit kepalamu beserta cara mengatasinya:

1. Sakit Kepala Tension (Tekanan dan Stres)

Dikenal juga sebagai tension headaches dalam bahasa Inggris, tipe ini merupakan salah satu yang paling sering dialami. Rasanya seperti ada tekanan besar di sekitar kepala, khususnya pada daerah jidat atau sekitar leher dan kepala belakang. Tingkat rasa sakitnya tidak separah migrain karena tidak menyebabkan mual atau muntah. Biasanya juga jarang membuatmu benar-benar ambruk seharian.

Untuk mengatasinya, kamu bisa minum aspirin. Para ahli percaya bahwa sakit kepala seperti ini disebabkan oleh kontraksi otot leher dan kulit kepala karena terlalu banyak merasakan stres.

2. Sakit Kepala Kluster

Karakteristik sakit kepala kluster diawali dengan sensasi terbakar sepanjang aspek lateral hidung atau sebagai tekanan di belakang mata. Sakit kepala ini jauh lebih sering menyerang cowok daripada cewek. Ciri khas sakit kepala ini biasanya datang di usia 25-an dan hanya muncul di satu sisi, tidak berdenyut, konstan selama beberapa menit hingga dua jam.

Gak seperti migrain, sakit kepala ini biasanya konsisten untuk muncul di satu sisi yang sama setiap kali menyerang. Biasanya datang pada malam hari hingga membangunkan penderita dari tidur, dan ini berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan. Rasa sakit ini menyebar hingga hidung dan belakang mata. Sebab dari sakit kepala ini masih belum diketahui, namun bisa jadi ini bersifat genetis.

3. Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala sinus terasa pada wajah, hidung, dan dahi. Ketika sinus seseorang meradang atau sedang infeksi, dapat menyebabkan sakit yang parah. Biasanya diikuti dengan demam dan sakit kepala yang amat sangat. Sakit kepala sinus bisa diatasi dengan antibiotik seperti antihistamine atau decongestant. Biar lebih jelas kamu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ya!

4. Sakit Kepala Berulang (Rebound Headaches)

Sakit kepala ini merupakan akibat dari penggunaan obat pereda nyeri berlebihan. Penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka waktu lama ataupun obat ergotamine untuk mengobati migrain yang dihentikan tiba-tiba, kemungkinan akan memicu sakit kepala rebound. Ada teori lain yang mengatakan bahwa terlalu banyak melakukan meditasi bisa memicu sakit kepala.

Untuk “mematahkan’ siklus sakit kepala rebound, penderitanya harus membatasi konsumsi obat penghilang rasa sakit. Tergantung pada obat yang dikonsumsi, dokter dapat merekomendasikan menghentikan obat segera atau secara bertahap mengurangi dosisnya. Menghentikan ketergantungan obat penghilang rasa sakit bisa menjadi tidak mudah, bisa jadi sakit kepala malah menjadi lebih buruk. Penderitanya mungkin mengalami gejala withdrawal seperti gugup, gelisah, mual, muntah, insomnia atau sembelit. Gejala ini biasanya berlangsung 2 sampai 10 hari, tetapi bisa menetap selama beberapa minggu.

5. Sakit Kepala Migrain

Migrain bisa saja bersifat menurun dan biasanya sakit kepala ini berlangsung selama 4-72 jam. Rasa nyeri di salah satu sisi kepala, yang biasanya makin parah ketika kita melakukan aktivitas normal. Kamu bahkan bisa mual dan muntah, serta sensitif terhadap suara dan cahaya. Jadi kalau kamu sakit kepala karena pacar kamu berisik banget, mungkin kamu kena migrain. Di kasus tertentu, bahkan pandanganmu bisa kabur dan kedua tanganmu mati rasa karena terlalu pusing.

Biar kamu mendingan kalau lagi terserang migrain, kamu minum obat migrain dan berbaring. Kalau bisa, hindari cahaya terang dan suara bising selama serangan berlangsung.

6. Sakit Kepala karena Bokek

Ya, ini adalah tipe sakit kepala yang unik! Dompet yang menipis bisa menjadi pemicu stres yang menyebabkan sakit kepala. Meskipun terdengar lucu, tekanan finansial memang bisa memicu tension headache atau bahkan migrain pada sebagian orang.

Dengan mengenali jenis sakit kepalamu, kamu bisa memilih penanganan yang tepat dan tidak lagi bingung harus minum obat apa saat nyeri kepala datang.

Leave a reply