Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Hype

Momen Ikonik di Showcase Semoga Hanya di Mimpi, Bernadya Bergaya Y2K

Sandra Gonzalez - portalnara.com 3 mins read

Tennis Indoor Senayan menjadi saksi bisu atas gelaran spesial penyanyi asal Surabaya, Bernadya, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Acara showcase untuk album keduanya

Momen Ikonik di Showcase Semoga Hanya di Mimpi, Bernadya Bergaya Y2K

Showcase Album Kedua Bernadya Hadirkan Transformasi Visual yang Memukau

Portalnara.com – Tennis Indoor Senayan menjadi saksi bisu atas gelaran spesial penyanyi asal Surabaya, Bernadya, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Acara showcase untuk album keduanya yang berjudul “Semoga Hanya di Mimpi” ini bukan sekadar perayaan peluncuran karya terbaru. Lebih dari itu, momen tersebut menandai peralihan era bagi Bernadya yang akhirnya meninggalkan citra gaun hitam yang selama ini menjadi ciri khasnya. Kehadiran album kedua ini menunjukkan perkembangan artistik yang signifikan dalam perjalanan karirnya.

Dua Babak Pertunjukan dengan Nuansa Berbeda

Secara keseluruhan, acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini terbagi menjadi dua bagian utama. Babak pertama secara khusus diperuntukkan bagi pengenalan seluruh trek lagu dalam album terbaru Bernadya. Sementara itu, babak kedua yang dimulai sekitar pukul 20.57 WIB menghadirkan suasana nostalgia yang berbeda.

Pada bagian penutup ini, Bernadya kembali membawakan lagu-lagu lawas untuk mengajak para penggemar bernyanyi bersama. Hal ini berhasil mengubah seluruh atmosfer showcase menjadi sesi sing-along yang hangat dan penuh kehangatan. Para penggemar terlihat sangat antusias mengikuti setiap lagu yang dibawakan dengan semangat tinggi.

Transformasi Penampilan dari Dreamy hingga Y2K

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah perubahan gaya Bernadya. Berbeda dengan era sebelumnya, kali ini ia menghadirkan dua look yang disesuaikan dengan masing-masing babak pertunjukan. Transformasi visual ini menjadi salah satu highlight utama yang dinantikan oleh para penggemar.

Di babak pertama, Bernadya tampil dengan konsep dreamy. Ia mengenakan dress yang dipadukan dengan celana jeans, ditambah sarung tangan senada yang membuat keseluruhan penampilannya terlihat manis namun tetap selaras dengan konsep album. Kombinasi warna dan tekstur menciptakan kesan ethereal yang memukau.

Sedangkan pada babak kedua, kemunculan Bernadya dengan gaya Y2K menjadi sorotan utama. Sekilas, penampilannya mengingatkan pada estetika era 2000-an yang identik dengan Naykilla. Namun, berbeda dengan penyanyi lain yang dikenal centil, Bernadya tetap mempertahankan pesonanya yang anggun. Gaya Y2K ini memberikan sentuhan modern pada penampilan klasik.

Visual Panggung yang Magis dan Interaktif

Desain panggung juga menjadi salah satu poin penting dalam showcase ini. Bernadya memaksimalkan setiap detail untuk membangun suasana yang selaras dengan konsep album. Alhasil, panggung terkesan dreamy, magis, dan membuat setiap lagu memiliki atmosfernya sendiri. Pencahayaan dan properti panggung bekerja harmonis menciptakan pengalaman visual yang tak terlupakan.

Live band ditempatkan di sisi kiri dan kanan panggung untuk mengiringi penampilan. Sementara itu, bagian tengah diisi oleh layar proyektor berbentuk lingkaran yang menjadi pusat visual sepanjang pertunjukan. Teknologi visual ini menambah dimensi baru pada setiap lagu yang dibawakan.

Momen Ikonik Sepanjang Malam

Pertunjukan dibuka secara meriah oleh MARBLES sebagai opening act. Sekitar pukul 20.00 WIB, Bernadya muncul di atas panggung dan memulai penampilannya dengan lagu “Laut yang Tenang”. Ia kemudian melanjutkan ke “Peluk Aku Sekarang” yang dilengkapi adegan menggemaskan saat berakting seolah menelepon seseorang.

Lagu ketiga, “Lawan Waktu dan Jarak”, membawa suasana menjadi lebih sendu dan membuat penonton merasa galau. Setelah menuntaskan 10 lagu dari album keduanya, Bernadya mengungkapkan bahwa showcase memang dibagi menjadi dua babak. Setiap lagu mendapat perhatian khusus dalam penataan setlist.

Momen favorit lainnya terjadi saat Bernadya memainkan gitar saat membawakan “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”. Ia terlihat sangat menikmati setiap bagian, sementara aransemen lagu terasa lebih hidup berkat iringan gitar yang salah satunya dimainkan langsung olehnya. Kemampuan bernyanyi dan bermain gitar sekaligus menunjukkan kedalaman musikalitasnya.

Hal menarik lainnya muncul saat lagu “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”. Tenxi tiba-tiba muncul sebagai guest star, mengubah aransemen menjadi versi hipdut yang langsung mengubah suasana panggung. Bernadya yang biasanya tampil kalem mendadak berjoget tipis-tipis bersama Tenxi. Kolaborasi ini menjadi salah satu Momen Ikonik di Showcase Semoga yang paling diingat.

Showcase ini bukan hanya panggung bagi Bernadya untuk merayakan perilisan album keduanya, tetapi juga menjadi ruang bagi pelantun lagu “Kita Buat Menyenangkan” tersebut untuk menunjukkan era baru dirinya. Kehadiran Momen Ikonik di Showcase Semoga ini membuktikan bahwa transformasi artistik Bernadya telah mencapai level baru.

Leave a reply