Angka Kelahiran Italia Turun ke Rekor Terendah sejak Perang Dunia II
Jakarta, Italia kini menghadapi tantangan demografi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara Eropa tersebut berhasil mencatatkan angka kelahiran terendah
Italia Catat Angka Kelahiran Terendah Sejak Perang Dunia II
Portalnara.com – Jakarta, Italia kini menghadapi tantangan demografi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara Eropa tersebut berhasil mencatatkan angka kelahiran terendah dalam sejarah modernnya sejak berakhirnya Perang Dunia II. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada hari Selasa, 28 Juli 2026, tren penurunan populasi terus berlanjut dan menjadi perhatian serius bagi para ahli demografi.
Angka kelahiran Italia turun ke rekor baru dengan total sekitar 355 ribu bayi lahir sepanjang tahun 2025. Penurunan ini mencapai hampir empat persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tingkat kesuburan juga mengalami penurunan signifikan, menyentuh rata-rata 1,14 anak per perempuan. Kondisi ini jauh melampaui batas ambang penggantian populasi yang ditetapkan sebesar 2,1 anak per perempuan.
Perbandingan dengan Era Perang Dunia II
Para ahli demografi membandingkan kondisi saat ini dengan periode pasca-Perang Dunia II ketika Italia mengalami pertumbuhan populasi yang pesat. Pada era tersebut, angka kelahiran mencapai level tertinggi dalam sejarah modern Italia. Namun, saat ini tren berbalik dengan drastis. Penurunan yang terjadi menunjukkan perubahan fundamental dalam pola kehidupan keluarga Italia.
Tim peneliti Istat menjelaskan bahwa keinginan masyarakat Italia untuk menjadi orang tua masih kuat, namun berbagai hambatan sering kali menghalangi realisasi rencana tersebut. Ketidakpastian lapangan pekerjaan, beban biaya hidup yang tinggi, serta minimnya infrastruktur pendukung keluarga menjadi penyebab utama penundaan kehamilan.
“Keinginan untuk memiliki anak tetap ada, tetapi sering kali terhalang oleh ketidakpastian pekerjaan, tingginya biaya hidup, serta fasilitas pendukung yang kurang memadai,” kata tim peneliti Istat, dilansir Times of India.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pekerja perempuan khususnya mengkhawatirkan dampak kehamilan terhadap perkembangan karier dan stabilitas pendapatan mereka. Selain itu, keterbatasan fasilitas penitipan anak juga mempersulit para orang tua dalam menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan pengasuhan anak. Banyak pasangan muda yang memilih untuk menunda kehamilan hingga kondisi ekonomi membaik.
“Tanpa adanya layanan pendukung keluarga, perempuan terpaksa berhenti bekerja bukan karena keinginan sendiri, melainkan karena ketiadaan pilihan,” ujar tim penyusun laporan demografi.
Peran Imigrasi dalam Kestabilan Populasi
Meskipun angka kelahiran terus menurun, total populasi Italia pada tahun 2025 masih bertahan di kisaran 58,9 juta jiwa. Kestabilan ini dimungkinkan berkat kedatangan sekitar 440.000 imigran dari berbagai negara. Istat menekankan bahwa migrasi masuk merupakan satu-satunya faktor yang mampu mengimbangi penurunan alami populasi serta fenomena penuaan penduduk di Italia.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa angka kelahiran berpotensi meningkat jika pasangan yang ingin memiliki anak tidak lagi terhambat oleh kendala ekonomi dan sosial. Dengan adanya dukungan yang lebih baik, banyak keluarga Italia berharap dapat mewujudkan rencana mereka untuk memperbesar generasi mendatang. Pemerintah Italia juga sedang mempertimbangkan berbagai kebijakan untuk mendukung keluarga muda dalam menghadapi tantangan demografi ini.