Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Historic Moment: Pendukung Hizbullah Demo di Beirut, Protes Kesepakatan Israel-Lebanon

Lisa Rodriguez - portalnara.com 3 mins read

Demo Hizbullah di Beirut, Protes Kesepakatan Israel-Lebanon Historic Moment kembali terjadi di Beirut, ibu kota Lebanon, ketika ribuan pendukung Hizbullah

Historic Moment: Pendukung Hizbullah Demo di Beirut, Protes Kesepakatan Israel-Lebanon

Demo Hizbullah di Beirut, Protes Kesepakatan Israel-Lebanon

Historic Moment kembali terjadi di Beirut, ibu kota Lebanon, ketika ribuan pendukung Hizbullah menggelar aksi demonstrasi besar-besaran sebagai penolakan terhadap kesepakatan antara Israel dan Lebanon. Aksi ini berlangsung pada Sabtu (27/6/2026), setelah pihak-pihak terlibat menandatangani kesepakatan pada Jumat (26/6/2026) yang mengakhiri konflik berkepanjangan. Selama beberapa tahun terakhir, pertempuran antara Hizbullah dengan Israel memicu ketidakstabilan di wilayah timur tengah, dan kesepakatan ini dianggap sebagai langkah penting untuk mencapai perdamaian.

Detik-Detik Aksi Protes di Pusat Kota

Di tengah malam, para demonstran berkumpul di pusat kota Beirut, menggeruduk kantor-kantor pemerintah dan markas Hizbullah. Mereka mengibarkan bendera Hizbullah serta bendera Iran, yang menjadi simbol dukungan politik dan militer terhadap organisasi tersebut. Aksi ini juga mencakup penghancuran ban di jalan raya, memblokir lalu lintas, dan membuat arus pengendara terganggu. Bandara Internasional Beirut, yang menjadi pintu masuk utama ke negara ini, turut terdampak akibat aksi pengendaraan terhenti.

Protes ini tidak hanya menunjukkan kekecewaan pendukung Hizbullah terhadap kesepakatan, tetapi juga memicu ketegangan antara penggemar damai dan pihak yang ingin menjaga kekuatan militer. Demonstran mengatakan bahwa kesepakatan ini mengancam keselamatan warga Lebanon, terutama karena Hizbullah harus melepas senjata yang sebelumnya menjadi alat pertahanan utama mereka. Para pengunjuk rasa berteriak menuntut pemerintah Lebanon untuk tetap mendukung Hizbullah dalam menjaga keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut.

Kesepakatan dan Konsekuensinya

Kesepakatan antara Israel dan Lebanon yang ditandatangani pada Jumat (26/6/2026) memberi syarat bahwa Hizbullah akan melucuti senjata dan menghentikan serangan terhadap Israel. Dalam gilirannya, Israel menarik pasukan dari Lebanon Selatan, yang sebelumnya menjadi zona konflik utama. Namun, bagi sebagian besar pendukung Hizbullah, ini dianggap sebagai kehilangan keuntungan strategis, karena mereka mengkhawatirkan ancaman dari kelompok-kelompok lain yang mungkin mengisi ruang kosong kekuatan Hizbullah.

Menurut laporan dari sumber lokal, aksi demo ini terjadi di tengah upaya pemerintah Lebanon untuk memperkuat hubungan dengan Israel. Meski pemerintah setuju dengan kesepakatan, rakyat Lebanon, khususnya di wilayah timur, menilai bahwa keputusan ini mengabaikan kepentingan kelompok-kelompok anti-Israel. Sejumlah aktivis mengungkapkan bahwa kesepakatan ini hanya merupakan langkah politik yang dianggap tidak adil, karena Hizbullah secara historis telah berperan besar dalam mempertahankan keamanan Lebanon dari ancaman asing.

Historic Moment ini juga mengingatkan kembali pada peran Iran dalam memperkuat Hizbullah. Sebagai sponsor utama organisasi tersebut, Iran dikenal sangat menentang kebijakan Israel. Demonstrasi di Beirut menjadi bentuk penolakan terhadap kesepakatan yang dianggap sebagai “penyerangan terhadap kekuatan Iran di wilayah Timur Tengah”. Para peserta aksi menyebut bahwa Hizbullah tidak bisa meninggalkan medan perang tanpa dukungan dari negara-negara seperti Iran, yang selama ini menjadi pilar utama organisasi tersebut.

Aksi yang Memicu Perdebatan Nasional

Aksi unjuk kekuatan ini memicu perdebatan nasional mengenai kebijakan luar negeri Lebanon. Sebagian masyarakat menilai bahwa kesepakatan dengan Israel membawa keuntungan ekonomi dan keamanan jangka pendek, sementara kelompok-kelompok politik lain berargumen bahwa keputusan ini melemahkan konsistensi Lebanon dalam menghadapi ancaman regional. Dalam suasana yang memanas, beberapa pengunjuk rasa memperlihatkan simbol-simbol perlawanan, seperti bendera merah dan hitam, yang mewakili kelompok-kelompok yang menentang kesepakatan.

Kesepakatan antara Israel dan Lebanon dianggap sebagai langkah historis yang berdampak besar terhadap dinamika kekuasaan di Timur Tengah. Aksi demo di Beirut menunjukkan bahwa keputusan ini tidak hanya memengaruhi warga Lebanon, tetapi juga memicu reaksi dari negara-negara tetangga. Beberapa analis mengatakan bahwa kesepakatan ini bisa menjadi titik balik dalam sejarah konflik Timur Tengah, meski masih ada tantangan besar dalam menjaga stabilitas jangka panjang.

Dalam rangka mengevaluasi dampak dari historic moment ini, para pemimpin politik Lebanon dan kelompok-kelompok kekuatan lokal terus berdiskusi. Aksi demo di Beirut diharapkan bisa menjadi perwakilan dari kepentingan rakyat Lebanon dalam menentukan arah kebijakan negara. Meski pihak keamanan berusaha memastikan ketenangan, suasana kota tetap memanas hingga hari Minggu (28/6/2026), dengan harapan bahwa kesepakatan ini bisa menjadi fondasi bagi perundingan lebih lanjut di masa depan.

Leave a reply