Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Latest Program: SPPG Fiktif Mulai Terkuak, Pemkot Pastikan Belum Ada Laporan di Bogor

Sandra Gonzalez - portalnara.com 2 mins read

Pemkot Pastikan Belum Ada Laporan di Bogor Latest Program - Kota Bogor menjadi sorotan setelah kasus SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi) palsu yang viral

Latest Program: SPPG Fiktif Mulai Terkuak, Pemkot Pastikan Belum Ada Laporan di Bogor

SPPG Fiktif Mulai Terkuak, Pemkot Pastikan Belum Ada Laporan di Bogor

Latest Program – Kota Bogor menjadi sorotan setelah kasus SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi) palsu yang viral di daerah lain memicu kecurigaan masyarakat. Dalam upaya menindaklanjuti isu tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan belum menemukan indikasi serupa di wilayahnya. Wakil Wali Kota, Jenal Mutaqin, mengungkapkan pihaknya terus memperketat proses verifikasi administrasi dan fisik untuk mencegah praktik penjualan titik SPPG.

Kasus SPPG Fiktif di Cilacap

Hasil pemeriksaan langsung oleh tim investigasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terbaru menyoroti 100 titik SPPG di Kabupaten Cilacap yang diduga tidak sah. Beberapa dari mereka bahkan tidak memiliki bangunan fisik, dengan lokasi ditemukan di kawasan hutan, persawahan, hingga pemakaman. Penyebabnya, terdapat praktik jual beli titik SPPG yang menguntungkan pihak tertentu.

“Kita memastikan bahwa dia tercatat dan resmi buka operasional tercatat di portal resmi MBG. Kita pastikan itu, mendapat centang biru, verifikasinya centang biru, baru dipastikan bahwa itu adalah yang sah,” tegas Jenal Mutaqin saat diwawancarai.

Jenal menegaskan bahwa Pemkot Bogor telah meningkatkan kehati-hatian dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap pengelola wajib melewati verifikasi digital bertahap untuk mendapatkan status verified di platform resmi, demi membatasi peluang manipulasi oleh spekulan.

“Tapi kalau yang fiktif, seperti contoh ada beberapa informasi dari teman-teman kita dan jual beli titik, kita pastikan siapa orangnya, kita akan angkat isu itu, kita laporkan ke pihak yang berwajib, karena tidak ada jual beli dalam sistem yang diatur oleh BGN. Isu ini harus peran pemerintah daerah mengawal program ini sebaik-baiknya,” jelas Jenal.

Penutupan Dapur SPPG yang Diperlakukan Sementara

Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Kota Bogor, Irfan Zaky, membenarkan adanya penutupan dua dapur SPPG pada bulan Mei lalu. Namun, ia menjelaskan bahwa penutupan tersebut bersifat sementara akibat renovasi. Kedua tempat tersebut adalah SPPG Kota Bogor Bogor Utara Tanah Baru 3 dan SPPG Kota Bogor Tanah Sareal Kedung Badak 3.

“Untuk yang di suspend ada 2 SPPG tapi itu di bulan Mei, sekarang sih sudah beroperasi kembali,” ungkap Irfan.

Irfan juga menyebutkan bahwa jumlah SPPG saat ini di Kota Bogor mencapai 155, dengan 140 di antaranya aktif. Relawan yang terlibat dalam program ini sebanyak 6.657 orang. Ia menegaskan bahwa penutupan sementara dilakukan sebagai langkah antisipatif, bukan akhir dari operasional mereka.

Meski belum ada laporan SPPG fiktif, Pemkot Bogor tetap berkomitmen memastikan kualitas makanan dan keamanan anak-anak. Jenal Mutaqin menegaskan bahwa penutupan dapur SPPG dilakukan jika ditemukan indikasi keracunan, meskipun wewenang tersebut tidak secara eksplisit diatur dalam undang-undang atau peraturan presiden.

Leave a reply