Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Meeting Results: Kemenhut dan Emergent Sepakati Penjajakan Kerja Sama Pendanaan Iklim

Thomas Miller - portalnara.com 3 mins read

ti Kerja Sama Pendanaan Iklim Meeting Results - Dalam upaya meningkatkan pendanaan iklim untuk sektor kehutanan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Indonesia

Meeting Results: Kemenhut dan Emergent Sepakati Penjajakan Kerja Sama Pendanaan Iklim

Kemenhut dan Emergent Sepakati Kerja Sama Pendanaan Iklim

Meeting Results – Dalam upaya meningkatkan pendanaan iklim untuk sektor kehutanan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Indonesia dan Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Kedutaan Besar Republik Indonesia, London, Inggris. Acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian London Climate Action Week 2026, di mana perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Eron Bloomgarden, Presiden dan CEO Emergent, serta Ristianto Pribadi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut. Hadir pula Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.

Strategi Kerja Sama untuk Pendanaan Iklim

MoU ini bertujuan menjelajahi mekanisme pendanaan iklim internasional yang dapat mendukung penerapan Jurisdictional REDD+ (JREDD+) di Indonesia. Menhut mengatakan bahwa hasil pertemuan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga serta memulihkan hutan sebagai bagian dari pencapaian target iklim nasional. “Kemitraan dengan Emergent membuka peluang untuk mengeksplorasi berbagai metode pendanaan yang efektif,” tambah Menhut dalam pernyataan resmi. MoU ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk isu lingkungan.

Kerja sama ini fokus pada strategi peningkatan pendanaan, termasuk potensi penggunaan hasil pengurangan emisi yang telah diverifikasi melalui mekanisme FCPF (Forest Carbon Partnership Facility). Menhut juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pasar karbon yang transparan dan akuntabel, agar investor memiliki kepercayaan yang lebih besar. Dengan demikian, keberhasilan pendanaan iklim akan terjamin, sekaligus memastikan dampak lingkungan dan sosial tercapai secara nyata.

Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. mengungkapkan bahwa kerja sama ini akan mempercepat penerapan pendekatan pendanaan berbasis hasil (results-based payments) di Indonesia. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada aksi iklim global melalui perlindungan dan restorasi hutan tropisnya. “Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keterlibatan sektor kehutanan dalam pasar karbon internasional,” ujar Eron Bloomgarden, Presiden Emergent.

Dasar Keberhasilan Program FCPF

Indonesia memiliki catatan baik dalam pengelolaan hutan, dengan program FCPF yang didukung oleh Bank Dunia. Melalui inisiatif ini, negara telah mencapai pengurangan emisi terverifikasi dan menerima pendanaan sebesar 110 juta US Dolar. “Pengalaman ini menjadi dasar penting untuk menjajaki peluang baru dalam pasar karbon,” tambah Menhut. Kesuksesan FCPF menunjukkan bahwa pendekatan pendanaan yang terstruktur dapat menjadi model yang efektif untuk proyek kehutanan berkelanjutan.

Hasil pertemuan ini juga memberikan gambaran tentang komitmen Indonesia dalam mempercepat aksi iklim. Pemerintah terus mendorong reformasi regulasi dan pembentukan sistem pasar karbon yang kredibel. Tujuannya adalah memastikan bahwa kebijakan tata kelola karbon dapat berdampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya hutan.

“Kesepakatan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Indonesia dalam melindungi dan memulihkan hutan sebagai bagian dari pencapaian target iklim nasional. Kami menyambut baik kerja sama dengan Emergent sebagai peluang untuk menjajaki berbagai mekanisme pendanaan iklim internasional yang dapat mendukung implementasi Jurisdictional REDD+ Indonesia,” ujar Menhut.

Dalam pernyataan tambahan, Menhut menjelaskan bahwa hasil pertemuan ini akan menjadi dasar untuk mengembangkan proyek-proyek pendanaan iklim yang lebih luas. Pemerintah berharap kerja sama dengan Emergent dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam pengurangan emisi karbon dan perlindungan keanekaragaman hayati. “Ini adalah langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan mitra internasional,” tutur Menhut.

Leave a reply