Meeting Results: Prabowo 54 Kali ke Luar Negeri, Ini Daftar Negara Paling Sering Dikunjungi
unjungan Luar Negeri Meeting Results – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan bahwa Prabowo Subianto melakukan 54 kunjungan luar negeri sejak
Meeting Results: Prabowo Subianto Melakukan 54 Kunjungan Luar Negeri
Meeting Results – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan bahwa Prabowo Subianto melakukan 54 kunjungan luar negeri sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Dalam laporan terkini dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), jumlah leg penerbangan mencapai 83, dengan total emisi karbon sekitar 10.002,72 ton CO2. Dari data ini, terlihat bahwa aktivitas luar negeri Prabowo sangat intensif, terutama dalam upaya membangun kerja sama internasional.
Detail Kegiatan Perjalanan dan Emisi Karbon
Penggunaan pesawat berbeda dalam perjalanan luar negeri Prabowo menghasilkan emisi karbon yang bervariasi. Terdapat tiga jenis pesawat utama: Boeing 737-700 BBJ (41 leg), Boeing 777-300ER (38 leg), dan Airbus A330-200 yang disewa Comlux (4 leg). September 2025 menjadi bulan dengan aktivitas paling tinggi, mencatat 10 leg penerbangan ke tujuh negara, termasuk Indonesia yang menjadi anggota ASEAN. Emisi karbon selama bulan ini mencapai sekitar 1.609 ton, yang merupakan bagian dari keseluruhan total emisi selama periode tersebut.
Malaysia: Negara Paling Sering Dikunjungi
Malaysia berada di puncak daftar negara yang sering dikunjungi Prabowo, dengan total lima kali kunjungan. Pertama kali setelah dilantik, ia mengunjungi negara tersebut pada 9 Januari 2025 untuk mengadakan Meeting Results yang fokus pada kolaborasi ekonomi dan politik.
Dilansir dari ksp.go.id, pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
Kunjungan kedua terjadi pada 27 Januari 2025, saat Prabowo bertemu Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Dilansir dari setkab.go.id, dalam pertemuan tersebut, Prabowo dianugerahi Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati Pangkat Pertama (D.K I Johor).
Kunjungan ketiga ke Malaysia pada 6 April 2025 berupa silaturahmi Idul Fitri 1446 H, yang sekaligus menjadi sarana pertemuan diplomatik.
Dilansir dari setkab.go.id, agenda ini berujung pada kesepahaman untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan keamanan.
Pada 25 Mei 2025, Prabowo kembali ke Kuala Lumpur untuk menghadiri KTT ke-46 ASEAN, yang menjadi Meeting Results utama untuk mempererat kemitraan regional.
Dilansir dari setneg.go.id, kunjungan ini berdampak signifikan pada peningkatan kepercayaan antarnegara.
Terakhir, pada 26–28 Oktober 2025, Prabowo menghadiri KTT ke-47 ASEAN di Malaysia, menunjukkan komitmen pada kerja sama ekonomi dan pertahanan.
Prancis: Tiga Kunjungan Utama
Prancis menjadi negara kedua dengan frekuensi kunjungan tertinggi, dengan total empat kali lawatan. Pertama pada 14 Juli 2025, Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Bastille Day, yang menjadi Meeting Results untuk memperkenalkan keberadaan Indonesia di panggung internasional.
Dilansir dari setkab.go.id, kehadiran ini menegaskan peran Indonesia dalam hubungan diplomatik dengan Prancis.
Pada Januari 2026, ia bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, dengan agenda Meeting Results pada sektor energi, pendidikan, dan investasi.
Dilansir dari setneg.go.id, pertemuan tersebut mencakup pembahasan kerja sama strategis dalam perdagangan dan kemitraan.
Kunjungan ketiga ke Prancis terjadi pada 13–14 April 2026, saat Prabowo mengikuti pertemuan empat mata untuk memperkuat koordinasi bilateral.
Dilansir dari setneg.go.id, pertemuan ini berlangsung lebih dari dua jam dan berfokus pada peningkatan kapasitas ekonomi.
Pada 26–29 Mei 2026, Prabowo kembali ke Prancis untuk memulai salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, yang diikuti oleh Meeting Results mengenai isu-isu global seperti perubahan iklim dan kerja sama pertahanan.
Inggris: Empat Kali Lawatan
Prabowo juga melakukan empat kunjungan ke Inggris, yang termasuk dalam Meeting Results utama untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik. Pada 20–21 November 2024, ia bertemu Raja Charles III, Perdana Menteri Keir Starmer, dan Wakil Perdana Menteri Angela Rayner.
Dilansir dari presidenri.go.id, pertemuan ini menekankan kerja sama di bidang pertahanan dan ekonomi.
Pada Juli 2025, Inggris menjadi salah satu dari enam negara yang dikunjungi dalam lawatan 15 hari, dengan hasil Meeting Results yang berdampak pada peningkatan kemitraan bilateral.
Kunjungan ke Inggris pada 18–21 Januari 2026 melibatkan pertemuan dengan Keir Starmer dan Raja Charles III, yang memperkuat ikatan diplomatik.
Dilansir dari setneg.go.id, agenda ini mencakup diskusi tentang kolaborasi dalam isu iklim dan pengembangan ekonomi.
Sebulan setelahnya, Prabowo tiba kembali di Inggris pada 23 Februari 2026 untuk menandatangani perjanjian antara BPI Danantara dan Arm Limited.
Dilansir dari ANTARA, tindakan ini menunjukkan komitmen pada pengembangan kerja sama teknologi dan pertahanan.
Dengan total 54 kunjungan luar negeri, Prabowo menciptakan serangkaian Meeting Results yang berdampak luas. Kunjungan ke berbagai negara tidak hanya menjadi ajang pertemuan diplomatik, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi, budaya, dan politik Indonesia dengan pihak luar. Dari data LPEM FEB UI, kegiatan ini menunjukkan konsistensi Prabowo dalam membangun hubungan luar negeri, dengan emisi karbon yang terukur sebagai bukti dari frekuensi perjalanan yang tinggi.