Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Nanik Mengundurkan Diri dari Kepala BGN karena Pengobatan Jantung

James Jackson - portalnara.com 2 mins read

Jakarta – Kabar terbaru dari dunia pemerintahan Indonesia mengonfirmasi bahwa Nanik S. Deyang telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala

Nanik Mengundurkan Diri dari Kepala BGN karena Pengobatan Jantung

Nanik Mengundurkan Diri dari Kepala BGN: Alasan Kesehatan Jantung Menjadi Prioritas Utama

Portalnara.com – Jakarta – Kabar terbaru dari dunia pemerintahan Indonesia mengonfirmasi bahwa Nanik S. Deyang telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Pengunduran diri ini terjadi setelah sang pejabat menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan utama untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri, yang diyakini akan memberikan hasil lebih optimal bagi pemulihan kesehatannya.

Dirgayuza Setiawan, yang saat ini menjabat sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, menjadi pihak yang mengonfirmasi secara resmi mengenai pengunduran diri tersebut. Menurut Dirgayuza, Nanik telah berpamitan langsung kepada Presiden sebelum akhirnya mengajukan surat pengunduran diri secara formal. Langkah ini menunjukkan profesionalisme dan rasa hormat sang pejabat terhadap institusi yang dipimpinnya selama ini.

Proses Pengunduran Diri dan Reaksi Presiden

Dalam unggahan Facebook miliknya, Nanik menyampaikan pesan perpisahan dengan penuh rasa syukur dan sedikit kekecewaan. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk pergi ke luar negeri bukanlah hal yang mudah, namun diperlukan demi kelancaran proses pengobatan jantungnya.

Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat.

Nanik juga menegaskan bahwa keputusannya bukan karena kurangnya kepercayaan terhadap tenaga medis di dalam negeri. Sebaliknya, ia ingin mendapatkan second opinion dari dokter-dokter spesialis jantung di luar negeri. Rekomendasi dari seorang kawan dekat menjadi salah satu faktor yang mendorongnya memilih destinasi pengobatan tertentu yang telah direncanakan sebelumnya.

Peran Lanjutan dalam Mengawasi BGN

Yang menarik dari situasi ini adalah respons positif Presiden Prabowo terhadap permohonan Nanik. Sang presiden tidak hanya menyetujui pengunduran diri, tetapi juga meminta Nanik untuk tetap terlibat dalam mengawasi kinerja Badan Gizi Nasional. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi Nanik selama memimpin BGN sangat dihargai oleh pemerintah.

Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui. Namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi mengenai nama pengganti Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Sebelumnya, Nanik dilantik dalam posisi tersebut pada tanggal 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana yang saat itu terjerat kasus korupsi. Kehadirannya di BGN membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan program gizi nasional Indonesia.

Kabar pengunduran diri Nanik ini tentu menjadi perhatian bagi masyarakat dan para stakeholder di bidang gizi. Banyak pihak yang berharap proses pemulihan kesehatan sang pejabat berjalan lancar, sehingga ia dapat kembali berkontribusi secara aktif dalam bidang yang digelutinya selama ini.

Leave a reply