Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

PBB Peringatkan Lonjakan Perdagangan Manusia di Asia

William Garcia - portalnara.com 2 mins read

Jakarta — PBB Peringatkan Lonjakan Perdagangan Manusia di Asia, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang mengalami peningkatan drastis kasus perdagangan

PBB Peringatkan Lonjakan Perdagangan Manusia di Asia

PBB Peringatkan Lonjakan Perdagangan Manusia di Asia Tenggara

Portalnara.com – Jakarta — PBB Peringatkan Lonjakan Perdagangan Manusia di Asia, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang mengalami peningkatan drastis kasus perdagangan manusia. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyampaikan peringatan resmi pada hari Selasa, tanggal 28 Juli 2026. Ribuan individu dari puluhan negara telah dilaporkan menjadi korban modus lowongan kerja palsu, sebelum akhirnya dipaksa bekerja untuk sindikat kejahatan siber yang beroperasi di wilayah tersebut.

Penyebab Utama Kenaikan Kasus Perdagangan Manusia

IOM mendorong pemerintah di berbagai negara untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum, perlindungan korban, serta pencegahan kejahatan. Perkembangan teknologi digital dinilai semakin memperluas jangkauan sindikat lintas negara ini. Sindikat tersebut memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan tawaran kerja berimbalan gaji tinggi. Modus ini mengincar para pencari kerja dari berbagai negara, termasuk lulusan perguruan tinggi yang mahir berbahasa Inggris.

Para korban tercatat berasal dari lebih dari 80 negara. Setibanya di lokasi tujuan, paspor dan dokumen identitas mereka disita sehingga tidak dapat melarikan diri. “Pusat jaringan ini berada di Asia, namun pemanfaatan media sosial membuat jangkauan mereka meluas secara signifikan,” kata Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, dilansir DW.

IOM menilai penggunaan platform digital telah mempercepat penyebaran praktik perdagangan manusia berbasis penipuan siber. Menurut IOM, kompleks penipuan siber berskala besar beroperasi di sejumlah wilayah Myanmar, Kamboja, dan Laos. Fasilitas tertutup ini diperkirakan mempekerjakan hingga 300 ribu orang yang menjadi korban perdagangan manusia.

Korban Dipaksa Melakukan Kejahatan Daring

Para korban dipaksa menjalankan penipuan daring yang menyasar warga di berbagai negara. Sejumlah penyintas mengaku mengalami kekerasan fisik, ancaman, hingga pelecehan seksual selama berada di lokasi tersebut. “Warga yang terjebak di dalam kompleks penipuan merupakan korban perdagangan orang. Mereka dipaksa melakukan kejahatan melalui kekerasan, ancaman, dan tekanan,” ujar Amy Pope.

“Warga yang terjebak di dalam kompleks penipuan merupakan korban perdagangan orang. Mereka dipaksa melakukan kejahatan melalui kekerasan, ancaman, dan tekanan,” ujar Amy Pope.

IOM menambahkan, banyak penyintas mengalami trauma psikologis parah dan kesulitan kembali ke negara asal meski telah berhasil meloloskan diri. IOM meminta setiap pemerintah meningkatkan koordinasi antarnegara untuk membongkar jaringan kejahatan dan melindungi para korban. Upaya ini mencakup tindakan hukum, pemulangan aman, serta program reintegrasi bagi para penyintas.

Tantangan dan Solusi untuk Masa Depan

Lembaga tersebut mengapresiasi operasi penertiban yang telah dilakukan sejumlah negara, termasuk Thailand. Namun, lemahnya pengawasan di daerah konflik masih menjadi kendala utama dalam pemberantasan sindikat. “Kita harus bekerja sama untuk mendampingi penyintas, menghentikan pelaku perdagangan orang, dan menutup celah yang dimanfaatkan jaringan kriminal ini,” tegas Amy Pope.

Selain penegakan hukum, IOM menekankan pentingnya edukasi publik mengenai modus lowongan kerja palsu guna mencegah munculnya korban baru. PBB Peringatkan Lonjakan Perdagangan Manusia sebagai bagian dari upaya global untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif.

Leave a reply