Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Special Plan: Kisah Pegiat UMKM Ubah Singkong Jadi Nori, Dongkrak Ekonomi Desa

Sandra Gonzalez - portalnara.com 2 mins read

i UMKM Ubah Singkong Jadi Nori, Dorong Ekonomi Desa Special Plan - Sebuah program inovatif yang diusung melalui Special Plan berhasil membawa perubahan besar

Special Plan: Kisah Pegiat UMKM Ubah Singkong Jadi Nori, Dongkrak Ekonomi Desa

Special Plan: Inovasi UMKM Ubah Singkong Jadi Nori, Dorong Ekonomi Desa

Special Plan – Sebuah program inovatif yang diusung melalui Special Plan berhasil membawa perubahan besar bagi ekonomi desa di Magelang, Jawa Tengah. Nurlaela, seorang pegiat UMKM dari kampung halamannya, mengubah singkong yang biasa dianggap hanya sebagai bahan pangan menjadi nori berbahan daun singkong. Dengan Special Plan, Nurlaela tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga akses pasar yang lebih luas, mengubah potensi lokal menjadi peluang ekonomi yang signifikan.

Pola Pengolahan Berkelanjutan

Dalam Special Plan, Nurlaela menemukan solusi dari keterbatasan hasil panen petani yang sering tidak terjual. Singkong, yang melimpah di wilayahnya, dihargai ratusan rupiah per kilogram, tetapi melalui inovasi pengolahan menjadi nori, nilai tambahnya justru melonjak. “Saya terinspirasi dari kebutuhan masyarakat lokal,” kata Nurlaela. Dengan bantuan pelatihan yang diberikan, ia bisa menguasai teknik pemrosesan daun singkong, menciptakan produk yang kini diminati oleh konsumen di luar daerah.

“Dengan Special Plan, kami memberikan pelatihan dari 0 sampai ekspor, mulai dari perbaikan kemasan, fotografi produk, hingga desain packaging yang menarik,” jelas Nurlaela. Pelatihan ini juga membantu meningkatkan kualitas produksi, sehingga nori daun singkong bisa bersaing di pasar nasional.

Perkembangan yang Menggembirakan

Seiring berjalannya Special Plan, usaha Nurlaela mengalami kemajuan yang luar biasa. Produksi nori daun singkong meningkat drastis, dari lima kilogram per hari menjadi satu kuintal per minggu. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mendorong lebih banyak petani lokal untuk menanam singkong secara terencana. “Sekarang harga singkong naik ke Rp2.000 per kilogram, jauh lebih baik dari sebelumnya,” tambah Nurlaela. Dampak ekonomi terasa jelas, terutama bagi para petani yang kini memiliki pendapatan stabil.

“Kemampuan kami dalam mengubah bahan lokal menjadi produk unggulan melalui Special Plan memberikan harapan baru bagi masyarakat desa,” ujar Sandiaga Salahuddin Uno, pendiri Yayasan Indonesia Setara. Program ini menjadi wadah untuk mengembangkan usaha kecil menengah (UKM) dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif.

Manfaat Sosial yang Luas

Bukan hanya ekonomi, Special Plan juga membawa manfaat sosial yang mendalam. Nurlaela memperkenalkan model kerja sama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Rejeki, yang melibatkan perempuan dan ibu-ibu rumah tangga dalam proses produksi. Dengan sistem ini, mereka mendapatkan penghasilan sebesar Rp50.000 hingga Rp60.000 per hari, yang menjadi sumber dana untuk kebutuhan pangan dan pendidikan anak. “Bantuan ini membantu mengatasi kesulitan ekonomi suami saya yang bekerja sebagai buruh harian,” tambah Nurlaela. Keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberlanjutan program.

Sebagai bagian dari Special Plan, usaha Nurlaela juga mendapatkan pelatihan tentang pemasaran digital dan pengelolaan keuangan. Dengan pengetahuan ini, ia mampu membangun jaringan distribusi yang lebih luas, termasuk kerja sama dengan pedagang lokal dan pengusaha kecil. “Kami se

Leave a reply